Sehari, Lebih 26 Jenazah Covid-19 Dimakamkan di Sleman

Prosesi pemakaman jenazah Covid-19 yang dilakukan tim pemakaman Satgas Covid-19 Sleman belum lama ini. - Ist/dok PMI Sleman
01 Juli 2021 20:57 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemakaman jenazah pasien Covid-19 di Sleman terus mengalami lonjakan. Hingga Kamis (1/7/2021) petang, Tim Dekontaminasi, Pemakaman dan Pemulasaraan Jenazah Covid-19 BPBD Sleman memakamkan 26 jenazah dengan protokol Covid-19.

Selama Juni, tim memakamkan sebanyak 251 pemakaman pasien Covid. Jenazah yang di makamkan oleh BPBD Sleman sebanyak 231 orang, yang di makamkan oleh Satgas kalurahan sebanyak 14 orang dan yang di makamkan di TPU Madurejo Prambanan sebanyak 6 orang.

Koordinator Posko Dekontaminasi Covid-19 BPBD Sleman, Vincentius Lilik Resmiyanto mengatakan permintaan rumah sakit dan masyarakat untuk pemakaman pasien Covid-19 masih tetap tinggi. Dalam sepekan terakhir, pemakaman jenazah baik yang terkonfirmasi positif, suspek maupu probable di atas 20 kasus.

BACA JUGA: Lagi, Kegiatan Hajatan Jadi Sumber Penularan Covid-19, 38 Warga Kulonprogo Terpapar

"Waktu pagi saja, sudah ada 12 permintaan. Saat siang jumlahnya terus bertambah. Jelang sore, sudah ada 22 permintaan hingga pukul 18.00 WIB, 26 jenazah yang dimakamkan," katanya, Kamis (1/7/2021).

Lilik berharap, masyarakat benar-benar dapat menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin. Tanpa itu semua, maka penambahan kasus Corona hingga berujung kematian akan terus terjadi. "Kami tidak berharap apa-apa, hanya tolong patuhi prokes, patuhi prokes agar tidak terpapar virus ini," ujarnya.

Terpisah, Juru Bicara Satgas Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi mengatakan berdasarkan data Satgas Covid-19 jumlah kasus warga yang terpapar Covid-19 per Kamis (1/7) bertambah 375 kasus dengan kasus sembuh sebanyak 78 kasus dan yang meninggal dunia sebanyak 16 kasus.

"Dengan penambahan ini, maka total kasus terkonfimasi positif di Sleman sebanyak 23.165 kasus, kasus sembuh sebanyak 16.936 kasus dan yang meninggal dunia 645 kasus," katanya.