Bantul Wacanakan Tenda Darurat Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
05 Juli 2021 07:47 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Wacana pembentukan tenda darurat untuk pasien Covid-19 tengah dipertimbangkan Pemkab Bantul. Tenda darurat jadi opsi bila perkembangan kasus terus melonjak.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo menjelaskan wacana pembangunan tenda darurat akan dipertimbangkan bila kasus Covid-19 di Bantul semakin masif. "Jadi itu wacana, ide kalau kemudian terjadi peningkatan kasus yang semakin masif dan kebutuhan akan ruang rawat yang semakin banyak yang kita enggak cukup," terangnya Minggu (4/7/2021).

"Kita belum bisa matur [secara pasti], cuma untuk langkah antisipasi memang kemudian Pak Bupati sudah bersurat untuk bapak Gubernur untuk memfasilitasi peminjaman tenda ke Korem," ujarnya.

Baca juga: RSUP Dr Sardjito: Puluhan Pasien Meninggal Tak Hanya karena Oksigen, Tapi Juga Kondisi Klinis Memburuk

Pembangunan tenda juga ditentukan dari situasi perkembangan kasus. Tenda darurat menjadi salah satu langkah antipasi yang disiapkan untuk menghadapi lonjakan. "Tentu kita tidak mau kemudian tidak punya langkah antisipasi. Apalagi PPKM darurat sudah dicanangkan, rem darurat sudah benar-benar ditarik," tegasnya.

"Tenda darurat baru kita desain ide pak Bupati, cuma itu kan seperti yang terjadi di beberapa daerah, di Sutomo, Surabaya kemudian Semarang, Kariadi bakan Sardjito sudah [mendirikan tenda]. Biasanya terjadi kadang-kadang penumpukan di IGD, sementara enggak mungkin menolak ketika harus dilayani. Sementara IGD penuh masih ada menunggu ke bangsal. Itu lah kemudian fungsi-fungsi tenda darurat itu menjadi tempat sementara," tambahnya.

Sebelumnya Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan RS Panembahan Senopati Bantul rencananya bakal dibangun tenda darurat. "RS Panembahan Senopati akan kita gelar tenda darurat, nanti rencananya di sebelah timur IGD. IGD yang baru itu akan kita tambah ruang dalam bentuk tenda darurat bantuan dari TNI. Itu kondisi kita sampai segitu tingkat kedaruratannya," tukasnya.