BMKG: MJO Picu Pertumbuhan Awan Hujan di DIY, Wilayah Utara Harus Waspada
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Teguh Prihatna
Harianjogja.com, BANTUL - Wacana pembentukan tenda darurat untuk pasien Covid-19 tengah dipertimbangkan Pemkab Bantul. Tenda darurat jadi opsi bila perkembangan kasus terus melonjak.
Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Agus Budi Raharjo menjelaskan wacana pembangunan tenda darurat akan dipertimbangkan bila kasus Covid-19 di Bantul semakin masif. "Jadi itu wacana, ide kalau kemudian terjadi peningkatan kasus yang semakin masif dan kebutuhan akan ruang rawat yang semakin banyak yang kita enggak cukup," terangnya Minggu (4/7/2021).
"Kita belum bisa matur [secara pasti], cuma untuk langkah antisipasi memang kemudian Pak Bupati sudah bersurat untuk bapak Gubernur untuk memfasilitasi peminjaman tenda ke Korem," ujarnya.
Pembangunan tenda juga ditentukan dari situasi perkembangan kasus. Tenda darurat menjadi salah satu langkah antipasi yang disiapkan untuk menghadapi lonjakan. "Tentu kita tidak mau kemudian tidak punya langkah antisipasi. Apalagi PPKM darurat sudah dicanangkan, rem darurat sudah benar-benar ditarik," tegasnya.
"Tenda darurat baru kita desain ide pak Bupati, cuma itu kan seperti yang terjadi di beberapa daerah, di Sutomo, Surabaya kemudian Semarang, Kariadi bakan Sardjito sudah [mendirikan tenda]. Biasanya terjadi kadang-kadang penumpukan di IGD, sementara enggak mungkin menolak ketika harus dilayani. Sementara IGD penuh masih ada menunggu ke bangsal. Itu lah kemudian fungsi-fungsi tenda darurat itu menjadi tempat sementara," tambahnya.
Sebelumnya Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih mengatakan RS Panembahan Senopati Bantul rencananya bakal dibangun tenda darurat. "RS Panembahan Senopati akan kita gelar tenda darurat, nanti rencananya di sebelah timur IGD. IGD yang baru itu akan kita tambah ruang dalam bentuk tenda darurat bantuan dari TNI. Itu kondisi kita sampai segitu tingkat kedaruratannya," tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
MJO melintasi Pulau Jawa dan meningkatkan potensi awan hujan di DIY. BMKG mengingatkan warga waspada hujan sedang hingga lebat.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis, 29 Oktober 2026 tersedia dalam 15 perjalanan. Simak jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Anggaran infrastruktur Kulon Progo dalam KUA 2027 mencapai Rp425,2 miliar, dengan fokus pemeliharaan rutin dan rekonstruksi jalan.
Pemprov Jateng berkoordinasi dengan BKN, PPATK, dan OJK untuk menelusuri ASN yang diduga terlibat judi online serta menegakkan aturan disiplin.
Daya beli melemah, UMKM DIY dituntut beradaptasi. Jumlah usaha mencapai 347.744 unit, sementara KUR tersalur Rp3,31 triliun hingga Juli 2026.
DPRD Sleman mendorong program Rumah Ibadah Ramah Anak untuk memperkuat nilai spiritual, sosial, dan pembentukan karakter generasi muda.