Penularan Tak Terkendali, Kamar Tidur Pasien Covid di Gunungkidul Penuh

Ilustrasi - Antara/Aji Styawan
06 Juli 2021 19:47 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—RSUD Wonosari kehabisan tempat tidur perawatan pasien Covid. Dampaknya, ada 15 pasien tertahan di ruang IGD. Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati mengatakan, 61 tempat tidur untuk perawatan pasien Covid-19 sudah penuh. Padahal di ruang IGD masih ada 15 pasien yang menunggu mendapatkan kamar. “Tetap ditangani, tapi masih tertahan di IGD,” kata Heru kepada wartawan, Selasa (6/7/2021).

Menurut dia, penuhnya ruang perawatan disebabkan laju penularan belum bisa dikendalikan. Heru pun mengakui sudah melakukan berberapa kali penambahan tempat tidur, namun seiring bertambahnya pasien, layanan yang disediakan juga ikut penuh.

BACA JUGA: Langgar Aturan PPKM Darurat, 312 Tempat Usaha di DIY Ditutup Paksa

“Sekarang kami akan tambah 14 tempat tidur lagi sehingga total berjumlah 75 tempat tidur. Rencananya, kamar baru ini digunakan merawat 14 pasien yang tertahan di IGD. Sedangkan satu pasien lainnya, harus mengantre untuk mendapatkan tempat tidur perawatan,” katanya.

Meski terjadi penumpukan pasien di IGD, layanan tidak ditutup. Pemeriksaan pasien non-Covid menggunakan tenda darurat yang didirikan di depan ruang IGD. “Masih bisa dilayani,” katanya.

Menurut dia, lonjakan kasus Corona sangat berpengaruh terhadap layanan di RSUD. Nanyak tenaga medis di RSUD yang terinfeksi.

“Awalnya ada 97 tenaga medis yang menjalani isolasi mandiri, tapi sekarang tinggal 42 orang,” ungkapnya.

Minimnya tenaga medis membuat manajemen menutut layanan di bangsal kelas tiga untuk pasien bedah. “Bisa dikover di kelas dua maupun satu. Jadi, tidak ada masalah dengan penutupan tersebut,” katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan total ada 134 tempat tidur untuk perawatan Covid. Meski demikian, yang berfungsi efektif hanya 124 tempat tidur karena sepuluh lainnya tidak memiliki fasilitas oksigen.

“Kami berharap kepada masyarakat bisa patuh dan disiplin menjalankan protokol kesehatan agar laju penularan bisa dikendalikan. Jika terus bertambah banyak, kondisi ini akan berpengaruh terhadap layanan kesehatan di rumah sakit,” katanya.