Nakes Banyak Terpapar Covid-19, RSUD Wates Butuh Tambahan SDM Kesehatan

Ilustrasi. - REUTERS/Rahel Patrasso
07 Juli 2021 06:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Banyaknya tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar Covid-19 membuat RSUD Wates kewalahan dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi pasien Covid-19 maupun non Covid-19. RSUD ini kini membutuhkan tambahan tenaga kesehatan baru.

Direktur RSUD Wates Lies Indriyati mengatakan total sebanyak 85 nakes di RSUD Wates saat ini terpapar Covid-19. Puluhan nakes yang terkonfirmasi positif Covid-19 terdiri dari dokter hingga perawat yang menangani pasien Covid-19.

Terlebih, saat ini RSUD Wates tengah menunggu hasil penelusuran kontak erat dari nakes terpapar Covid-19 yang jumlahnya mencapai 67 nakes lainnya. Oleh karena itu, kebutuhan akan nakes tambahan di RSUD Wates menjadi hal yang mendesak.

"Kami membutuhkan nakes tambahan setidaknya untuk posisi dua dokter umum serta 15 perawat. Jumlah nakes tambahan tersebut karena mayoritas tenaga kesehatan di rumah sakit kami kini tengah menjalani isolasi akibat terpapar Covid-19," kata Lies pada Selasa (6/7/2021).

Baca juga: Ini Daftar Obat Covid-19 Gratis yang Diberikan Kemenkes & Link-nya

Selain kebutuhan tenaga kesehatan, RSUD Wates juga membutuhkan petugas pemulasaraan jenazah. "Saat ini, kami hanya melayani pemulasaraan jenazah bagi kalangan internal RSUD Wates saja. Sebab, petugas yang melayani juga sangat minim. Kami sementara hanya memiliki dua petugas pemulasaraan jenazah. Enam dari delapan petugas pemulasaraan jenazah saat ini tengah isolasi mandiri karena terpapar Covid-19," kata Lies.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kulonprogo Baning Rahayujati mengatakan penularan Covid-19 kepada nakes diduga karena beban kerja yang sudah overload atau melebihi kapasitas. Dari mulai kegiatan vaksinasi hingga pemantauan kepada warga yang sedang melakukan isolasi mandiri.

"Penularan yang terjadi di nakes setelah kemarin kita menutup Puskesmas Pengasih II kami duga karena disebabkan memang karena overload pekerjaan. Dengan melakukan kegiatan vaksinasi, tracing, pemeriksaan swab, dan pemantauan kepada 2.152 orang yang isolasi mandiri," kata Baning.

Baning menjelaskan seiring dengan bertambahnya beban kerja, kondisi kesehatan dari nakes akan berkurang. Kondisi tubuh yang kurang fit akan berakibat kepada risiko penularan Covid-19 yang semakin tinggi kepada nakes.

"Dalam kondisi badan yang turun, risiko penularan Covid-19 akan semakin tinggi. Penularan Covid-19 oleh nakes berawal dari rumah. Terlebih, penularan juga terjadi dari lingkungannya, keluarga atau teman dari salah satu nakes," kata Baning.

"Ketika sudah terpapar, tapi statusnya OTG tapi tetap kerja. Ada beberapa nakes yang bekerja karena jumlah nakes di fasyankes minim. Makan-makan bareng setelah melakukan pelayanan juga diduga menjadi penyebab penularan Covid-19 di lingkungan nakes," sambung Baning.