Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Pengamatan visual BPPTKG menunjukkan aktivitas awan panas pada Gunung Merapi, Kamis (8/7) pagi. /ist-BPPTKG.
Harianjogja.com, SLEMAN--Setelah beberapa hari tidak terlihat kemunculannya, Merapi kembali meluncurkan sejumlah awan panas pada Kamis (8/7/2021). Awan panas yang muncul sejak pagi hari teramati meluncur ke dua arah sekaligus, tenggara dan barat daya.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida, menjelaskan awan panas pertama muncul pada pukul 05.12 WIB, 05.33 WIB, dan 05.46 WIB. “Tercatat di seismogram dengan amplitudo maks 35 mm dan durasi maks 100 detik. Jarak luncur terjauh 1 km ke arah barat daya,” ujarnya.
BACA JUGA : Terus Tumbuh, Volume Kubah Lava Tengah Merapi Capai 1,6
Awan panas kedua terjadi pada pukul 06.15 WIB, tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 110 detik. Jarak luncur 1,2 km ke arah tenggara. Awan panas ketiga terjadi pukul 09.38 WIB, tercatat di seismogram dengan amplitudo 45 mm dan durasi 127 detik. Jarak luncur 1,5 km ke arah tenggara.
Kemudian awan panas keempat terjadi pukul 09.55 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm dan durasi 95 detik. Jarak luncur 1,1 km ke arah tenggara. Awan panas yang mengarah ke tenggara ini berasal dari kubah lava yang berada di tengah kawah, yang berdasarkan pengamatan terakhir, volumenya diperkirakan 2,1 juta meter kubik.
Adapun kubah lava barat daya yang menyebabkan awan panas ke arah barat daya, berdasarkan pengamatan terakhir volumenya sebesar 1,6 juta meter kubik. Meningkatnya aktivitas guguran dapat mempengaruhi volume kubah lava ini.
Pada periode pengamatan yang sama, yakni pukul 00.00 WIB-12.00 WIB, tidak teramati adanya guguran lava pijar. Pada aktivitas kegempaan, terjadi enam gempa awan panas guguran, 150 gempa guguran, enam gempa hembusan, 47 gempa fase banyak dan 17 gempa vulkanik dangkal.
BACA JUGA : Berhasil Diketahui, Kubah Lava Kedua Gunung Merapi
Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merapi masih waspada. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor tenggara dan barat daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Dan Putih.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Dony Oskaria menegaskan manajer KDKMP bukan pegawai BUMN meski ditugaskan 2 tahun di bawah Agrinas Pangan dengan biaya pemerintah.
Bappenas mendorong penanganan karhutla bergeser dari respons ke pencegahan. BNPB telah mengerahkan 43.700 personel dan 55 armada udara.
Real Madrid membalas kritik Javier Tebas dan menyinggung prinsip netralitas. Simak awal perselisihan Tebas dan Los Blancos serta sejarah Madrid.
KAI Daop 6 Jogja membangun jalan baru 394 meter di Stasiun Lempuyangan. Sebanyak 13 rumah perusahaan ditertibkan untuk penataan kawasan.
Jadwal Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 hari ini mencakup 21 cabor, termasuk esports, atletik, bulu tangkis, wushu, dan angkat besi.