Kasus Daycare Jogja, Sultan HB X: Harapannya Ini Pertama dan Terakhir
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, SLEMAN—Erupsi Gunung Merapi dengan sejumlah aktivitas guguran masih berlangsung. Dua kubah lava yang berada di sisi barat daya dan tengah kawah terus tumbuh, hingga saat ini keduanya bervolume lebih dari 1 juta meter kubik.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan berdasarkan pengamatan terakhir pada Kamis (15/4/2021), volume kubah lava barat daya sebesar 1.024.800 meter kubik. “Dengan laju pertumbuhan 12.200 meter kubik per hari,” katanya, Sabtu (17/4/2021).
BACA JUGA: Pemerintah Larang Mudik, Doni Mornardo: Jangan Sampai Silaturahmi Berakhir Tragis
Kemudian, volume kubah lava yang berada di tengah kawah berdasarkan pengamatan terakhir mencapai 1.681.000 meter kubik. Kubah lava ini muncul belakangan setelah kubah lava sisi barat daya, yang mulai diketahui kemunculannya pada 4 Februari lalu.
Dalam sepekan terakhir, aktivitas Merapi tercatat terjadi sebanyak enam kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimal sejauh 1,8 km ke arah barat daya, terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimal 46 mm dan durasi 132 detik.
Kemudian terjadi pula 119 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1,5 km ke arah barat daya dan tujuh kali ke arah tenggara dengan jarak luncur maksimal 400 meter. Guguran lava pijar kea rah tenggara ini berasal dari kubah lava tengah kawah.
BACA JUGA: Doni Monardo: 17 Persen Masyarakat Indonesia Tak Percaya Adanya Covid-19
Pada aktivitas kegempaan, pekan ini ini teramati relatif tetap dibanding minggu sebelumnya. “Untuk deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM dan GPS pada minggu ini tidak menunjukkan adanya perubahan yang signifikan,” katanya.
Pada pekan ini juga terjadi hujan dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 188 mm/jam selama 55 menit di Pos Kaliurang pada Selasa (13/4/2021), yang menyebabkan adanya penambahan aliran atau lahar hujan di Kali Boyong.
Dengan tingkat aktivitas ini, status Gunung Merapi masih Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 km dan pada sektor tenggara yaitu sungai Gendol sejauh 3 km.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sultan HB X soroti kasus Little Aresha, tegaskan nol toleransi kekerasan dan dukung proses hukum di DIY.
Desil DTSEN di Bantul tidak bisa langsung diubah. Dinsos menyebut warga harus menunggu hingga tiga bulan setelah mengajukan koreksi data.
Erupsi Anak Krakatau pada 5 September 2026 diduga menyebabkan dentuman terdengar hingga Bandung Raya, Banten, dan Lampung.
Aturan operasional Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih segera terbit. Ferry Juliantono menargetkan Perpres keluar pekan depan.
PVMBG memastikan erupsi Gunung Anak Krakatau tak berpotensi memicu tsunami. Masyarakat diminta tetap tenang dan waspada.
DPRD DIY menyoroti anggaran logistik bencana BPBD yang hanya Rp53 juta dan mendorong tambahan dana untuk penanganan bencana.