Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Luncuran awan panas Gunung Merapi menuju hulu Sungai Krasak sekitar pukul 12.44 WIB terlihat dari Kawasan Turi, Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Sleman, Kamis (7/1/2021)./Harian Jogja-Gigih M Hanafi
Harianjogja.com, SLEMAN-Gunung Merapi telah ditetapkan memiliki dua kubah lava sejak 4 Februari lalu. Namun karena kendala cuaca, pengukuran kubah lava baru bisa dilakukan pada Rabu (17/2/2021) lalu. Hasil pengukuran menunjukkan volume kubah lava yang berlokasi di tengah kawah ini lebih besar dari kubah lava pertama.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengambangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan berdasarkan analisis foto morfologi, tercatat volume kubah lava kedua sebesar 426.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan rata-rata 10.000 meter kubik per hari.
“Memiliki dimensi panjang 160 meter, lebar 120 meter dan tinggi 50 meter. Sedikit lebih besar dari kubah lava yang ada di barat daya dengan dimensi panjang 258 meter, lebar 133 meter, tinggi 30 meter dan volume 397.000 meter kubik dengan laju pertumbuhan 25.200 meter kubik per hari,” ujarnya, Sabtu (20/2/2021).
BACA JUGA: Menperin Ungkap Alasan PPnBM Mobil Dipangkas
Meski letaknya di tengah kawah, pertumbuhan dan guguran dari kubah labva kedua ini masih ke arah barat. “Beberapa fenomena adanya pijaran yang di tengah, mengindikasikan aktivitas [kubah lava] di tengah. Luncurannya masih ke arah barat. Kami terus pantau seberapa intensitas aktivitas yang terjadi di kubah lava di tengah kawah ini,” katanya.
Dalam sepekan terakhir khususnya pada Jumat (19/2/2021) pagi juga terjadi fenomena asap yang lebih tebal dari puncak Merapi. BPPTKG mencatat ketinggian awan mencapai 400 meter di atas puncak dengan intensitas tebal. Ia menjelaskan hal ini terjadi karena kawah Gunung Merapi sedang ada pertumbuhan kawah sehingga kondisinya panas.
Di sisi lain, hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur Gunung Merapi. Maka ketika curah hujan bertemu dengan kawah yang panas terjadilah penguapan yang lebih tinggi sehingga menimbulkan asap yang lebih banyak dari kawah. “Air hujan bercampur panas kawah di tengah,” ungkapnya.
Pada aktivitas kegempaan, dalam periode pengamatan 12-18 Februari tercatat telah terjadi tiga gempa vulkanik, 60 gempa fase banyak, 943 gempa guguran, 17 gempa hembusan dan 12 gempa tektonik. Dibanding minggu sebelumnya, aktivitas kegempaan ini lebih rendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Sebanyak 14 film Indonesia terbaru tayang sepanjang September 2026. Simak jadwal lengkap, sinopsis, dan daftar film horor, drama, hingga fiksi ilmiah yang meram
Ciblon Dining & Coffee bukan sekadar tempat untuk menikmati hidangan dan kopi, tetapi merupakan bagian dari pengalaman hospitality yang dirancang dengan penuh p
Pelatih senior Iwan Setiawan meninggal dunia pada usia 68 tahun. Persija, Borneo FC, Persela hingga APSSI menyampaikan belasungkawa atas kepergian sosok berpeng
Kisah Yasutomo Ihara, mantan stuntman serial Super Sentai yang dijuluki Spider-Man Thief setelah membobol 43 rumah dan dijatuhi hukuman penjara.
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) dan PT Aplikanusa Lintasarta (Lintasarta) memperkuat kolaborasi strategis dalam pengembangan konektivitas digital.