Covid-19 DIY Mengganas, Gedung Sekolah & Kampus Diusulkan Jadi Selter

Ketua Perindo DIY Yuni Astuti. - Ist/Dok.
11 Juli 2021 17:47 WIB Sunartono Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Partai Perindo DIY mengusulkan penggunaan sekolah negeri dan kampus untuk dijadikan sebagai selter seiring mengganasnya kasus Covid-19 di DIY.

Ketua Perindo DIY Yuni Astuti menyarankan perlunya penggunaan gedung sekolah negeri serta kampus sebagai selter bagi masyarakat yang positif Covid-19. Jika pasien Covid-19 yang tidak bergejala diberikan tempat khusus untuk menjalani isolasi mandiri maka akan terpantau dengan baik perkembangan kesehatannya.

BACA JUGA : Miris! Rumah Sakit Jogja Penuh, Pasien Covid Meninggal

“Pengamatan kami masyarakat yang menjalani isolasi mandiri, tak terpantau oleh tenaga kesehatan secara intens. Kondisi ini berbeda dengan ketika ditempatkan di selter isolasi yang memang disiapkan tenaga kesehatan, maka bisa dipantau,” katanya Minggu (11/7/2021).

Ia menambahkan pemanfaatan gedung sekolah negeri serta kampus merupakan salah satu terobosan dalam penanganan Covid-19. Mengingat pelaku isoman di rumah belum tentu bisa berjalan secara maksimal.

“Langkah antisipasi ini perlu dilakukan pemerintah di tengah lonjakan kasus Covid-19 dengan menjadikan gedung sekolah negeri dan kampus sebagai selter isolasi mandiri. Masyarakat yang isoman di rumah bisa alihkan ke selter ini secara gratis,” ujarnya.

Yuni menilai bangunan sekolah kondisinya cenderung lebih baik secara kualitas dan kenyamanan di bandingkan dengan tenda darurat. Apalagi saat ini kadang terjadi hujan yang sulit diprediksi, jika pasien berada di tenda tentu menjadikan mereka kurang nyaman.

BACA JUGA : Selter SKB Sewon untuk Pasien Covid-19 Mulai Beroperasi

"Bangunan sekolah itu kan relatif baik kualitasnya, ada fasilitas kamar mandi, ada ruang-ruangannya tidak seperti tenda darurat. Saat ini tentu sekolah masih daring dan tidak terpakai gedungnya,” katanya.

Ia menegaskan, kondisi penanganan Covid-19 dinilainya sudah sangat darurat, maka kebijakan PPKM Darurat di Jawa-Bali mau tidak mau harus didukung semua pihak. Di sisi lain, pemerintah untuk benar-benar berjuang secara nyata untuk masyarakat agar pandemi segera berakhir.

“Sebaiknya masyarakat di rumah saja apabila tak ada keperluan mendesak, marilah kita sama-sama bantu pemerintah agar pandemi ini segera berakhir dan berdoa agar bangsa Indonesia dimudahkan dan bisa melewati pandemi,” ujarnya.