Pemkot Jogja Siapkan SD untuk Selter Covid-19

Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Aji Styawan\\r\\n
12 Juli 2021 14:07 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja akan menambah selter untuk pasien Covid-19 dengan memanfaatkan gedung Sekolah Dasar (SD).

Menurut Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogja, Heroe Poerwadi, proses pemanfaatan gedung SD masih dalam pendataan. Selain pendataan SD, pendataan juga terkait kampung-kampung yang membutuhkan tempat untuk isolasi warganya.

Dari banyaknya gedung SD negeri di Kota Jogja, pasti ada gedung yang layak untuk dijadikan selter. Heroe menganggap gedung-gedung SD di wilayah efektif dalam memenuhi kebutuhan pasien positif Covid-19 bergejala ringan dan sedang. Hal ini guna membantu pasien yang rumahnya tidak memenuhi syarat untuk karantina mandiri.

"Kalau ada warga yang rumahnya tidak bisa untuk isolasi mandiri, akan kami bawa ke sekolah. Artinya dalam satu keluarga itu, yang positif Covid-19 dan yang negatif dipisahkan. Tidak tinggal dalam satu rumah," kata Heroe saat pantauan PPKM Darurat di kawasan Malioboro, Sabtu malam (10/7/2021).

Selain itu, Pemkot Jogja juga akan meresmikan selter di Rusunawa Gemawang dalam waktu dekat. Selter yang nantinya bisa menampung 34 pasien ini menjadi pendukung Selter Bener. Saat ini tingkat keterisian Selter Bener cukup tinggi.

"Kemungkinan Selasa [13/7/2021] kami akan buka selter baru di Rusunawa Gemawang, untuk menampung warga yang positif bergejala ringan dan sedang," kata Heroe yang juga Wakil Wali Kota Jogja.

"Sarana dan prasarana penunjang sudah siap digunakan. Kamar-kamarnya sejauh ini sudah siap ditempati, tempat tidur, kasur, bantal sudah tersedia."

Baca juga: 40.000 Dosis Vaksin Covid-19 Berbayar Ada di 6 Kota Ini

Kasus Covid-19 di Jogja masih fluktuatif dan cenderung tinggi. Keadaan tersebut tidak serta merta cerminan berhasil tidaknya PPKM Darurat. Kasus hari-hari ini menjadi dampak dari satu atau dua pekan sebelumnya. Sementara hasil dari PPKM Darurat baru bisa dilihat sekitar 17 Juli 2021.

"Lonjakan [kasus] itu sebarannya dari mana saja. Sekarang sudah tidak bisa kami identifikasi ini tracing atau klaster dari mana, sudah tidak bisa lagi. Karena sebarannya yang memang sudah kemana-mana," kata Heroe.

Bagi kelurahan yang tidak memiliki gedung SD negeri, maka bisa memanfaatkan gedung lain untuk selter. Kelurahan Suryatmajan salah satunya. Lantaran tidak ada gedung SD di wilayahnya, maka rencana penambahan shelter menggunakan Gedung Pertemuan Kampung.

“Di Suryatmajan enggak ada gedung SD. Di Suryatmajan kemarin rencana Gedung Pertemuan Kampung ada yang disiapkan. Namun Alhamdulillah masih terkendali jadi tidak digunakan,” kata Lurah Suryatmajan, Weda Satriya Negara, saat dihubungi secara daring, Senin (12/7/2021).

“Shelter untuk yang tidak bergejala, yang di wilayah. Kalau yang bergejala dibawa ke rumah sakit.”