Waspada! Puncak Kasus Aktif Covid-19 Kedua Diprediksi Akan Muncul

Ilustrasi. - Freepik
13 Juli 2021 07:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN--Pendiri Laboratorium Statistik Terapan RoomStat, Budhi Handoyo Nugroho. Menurut Budhi, puncak pertama kasus aktif di Kabupaten Sleman sudah terlihat. Namun demikian, katanya, ada tanda-tanda puncak kedua yang dimungkinkan akan muncul.

"Ini masih perlu dicermati ke depan, apakah ada tren naik atau memang sudah akan turun terus hingga dibawah kasus 1.000 di akhir Agustus," ujarnya, Senin (12/7/2021).

BACA JUGA : Pemkot Jogja Razia Orang yang Nekat Keluar Rumah Saat 

Budhi juga mengingatkan agar perlu meningkatkan kewaspadaan tinggi. Pasalnya, puncak kasus aktif masih belum terlihat di wilayah DIY. Ia pun membuat pemodelan penularan Covid-19 berdasarkan data yang dihimpun dari kab/kota di DIY.

Dari hasil pemodelan yang dia lakukan, perkiraan pertengahan Juli ini muncul puncak kasus aktif di DIY di atas 30,000 kasus. Kalau di DKI sudah tembus 100,000 kasus. "Ternyata saya cermati, dengan penduduk DIY sepertiga DKI, ada kemungkinan kasus aktif juga akan muncul sepertiga dari DKI, di angka 30.000 an," katanya. 

Dia mengatakan, jumlah kasus aktif 30.000-an bisa dihindari bila PPKM Darurat bisa diterapkan secara efektif. Karena untuk sementara ini, kata Budhi, mobilitas penduduk baru turun di angka 15% dari target 50%.

BACA JUGA : Langgar Aturan PPKM Darurat, 312 Tempat Usaha di DIY

"Hasil pemodelan varian delta itu ekornya panjang menuju kasus benar-benar turun [bila tidak ada kebijakan lockdown]," kata Budhi.

Melihat masih tingginya kasus penularan di wilayah DIY, Budhi memprediksi pemberlakukan PPKM Darurat bisa diperpanjang. "Situasi DIY (kab/kota) selama 2 hari pekan kedua PPKM Darurat, saja rata-rata konfirmasi harian di atas 2,000 kasus dan rata-rata kematian harian di atas 60 kasus," katanya.

Budhi mengatakan, pemodelan yang dia gunakan merujuk pada data kompilasi 5 dinkes kab/kota karena data provinsi tidak memenuhi syarat pemodelan dengan alasan terdapat gap data yang sangat besar. Berdasarkan data yang tersebu, katanya, akurasi pendekatan laju penularan (Rt) Covid-19 di angka 96.31% menuju 9 September.

BACA JUGA : Kasus Covid-19 Meningkat, Pemda DIY Efektifkan PPKM

"Ini sebagaimana prediksi saya sebelumnya beberapa waktu yang lalu sebelum PPKM Darurat. Bila tanpa lockdown perkiraan melandai di awal September [sekitar 9 September]. Dengan data-data terkini dan hasil forecasting mendukung ke arah tersebut. Untuk sementara tingkat akurasi prediksi kasus aktif di angka 96.57%," ucapnya.