Pemkab Kulonprogo Buka Lowongan Formasi 775 CPNS dan PPPK

Ilustari pendafataran CPNS online. - menpan.go.id
14 Juli 2021 20:37 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Otoritas Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten (BKPP) Kulonprogo menyatakan sebanyak 1.600 orang telah mendafar CPNS maupun PPPK di lingkungan Pemkab tersebut.

Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Pendidikan Pelatihan BKPP Kabupaten Kulonprogo Raden Trusta Hendraswara mengatakan tahun ini pemerintah Kabupaten Kulonprogo menyediakan kuota sebanyak 775 baik untuk formasi CPNS dan PPPK.

"Dari angka 1.600 pendaftar per sore ini [Rabu, 14 Juli 2021] yang sudah klik submit semua dokumen persyaratan sebanyak 669. Itu yang sudah submit ya. Kalau yang baru mengisi formulir itu baru mencapai 1.600 an. Semua kan kelihatan ya by system," kata Raden Trusta pada Rabu (14/7/2021).

Dari 775 formasi CPNS maupun PPPK yang dibutuhkan oleh pemerintah Kabupaten Kulonprogo dalam gelaran pelaksanaan penerimaan CPNS maupun PPPK tahun ini terdiri dari formasi PPPK sebanyak 646 Sedangkan, formasi CPNS sebanyak 129.

"Ketentuan dari pusat kebutuhan akan formasi guru masuk dalam PPPK ya. Untuk saat ini ya, ndak tahu kalau tahun depan. Untuk formasi PPPK tenaga kesehatan sebanyak 263. Sedangkan, PPPK guru itu sebanyak 383. Untuk formasi CPNS itu terdiri 95 tenaga teknis dan 34 tenaga kesehatan," kata Raden Trusta.

BACA JUGA: Tak Hanya di Indonesia, Kasus Covid-19 di Amerika Juga Naik

Formasi guru dan tenaga kesehatan baik CPNS maupun PPPK memang mendominasi pekerjaan yang dibutuhkan di lingkungan pemerintah Kabupaten Kulonprogo. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya pegawai guru yang sudah pensiun.

"Terlebih, tenaga kependidikan dan kesehatan itu merupakan layanan dasar wajib ya di lingkungan pemerintah kabupaten Kulonprogo. Tema dari pusat juga memang fokus di tenaga kependidikan dan kesehatan," kata Raden Trusta.

Berkaca dari penerima CPNS maupun PPPK di tahun sebelumnya yakni 2018 dan 2019, dokter spesialis menjadi formasi yang kuotanya tidak terpenuhi. "Selain itu ada pengawas transportasi darat, penyuluh kearsipan, dan analis kependidikan," kata Raden Trusta.