Warga Jogja Diminta Salat Iduladha di Rumah Saja

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi. - Harian Jogja/Heroe Poerwadi
16 Juli 2021 16:07 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Pemerintah Kota Jogja meminta masyarakat untuk mengikuti aturan di masa PPKM Darurat sebagai panduan penyelenggaraan ibadah Iduladha. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir sebaran Covid-19 kian meluas di masa perayaan ibadah Iduladha.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi mengatakan, penyelenggaraan salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban hendaknya tetap mengikuti aturan protokol kesehatan yang berlaku. Pihaknya juga tidak memperbolehkan salat Idul Adha di masjid, atau lapangan, yang dilaksanakan secara berjemaah dan melibatkan banyak orang.

"Sebagai gantinya kami mengimbau supaya salat cukup dilakukan di rumah saja atau kediaman masing-masing," ucap Heroe, Jumat (16/7/2021).

Pun demikian dengan penyembelihan hewan kurban. Panitia penyembelihan hewan kurban hendaknya berasal dari wilayah masing-masing dan tidak mengundang pihak luar. Penyelenggara juga mesti melaporkan kegiatannya pada Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja.

BACA JUGA: Perpanjangan PPKM Darurat Ditentukan Senin Pekan Depan

"Harus meminta izin kepada Dinas Pertanian dan Pangan untuk diatur tentang tata caranya. Atau paling tidak ada laporan ke Satgas Covid-19v tingkat kecamatan agar bisa dikoordinasikan ke dinas," ungkapnya.

Pelaksanaan pemotongan hewan kurban juga dilakukan selama hari tasyrik, atau pada 21, 22, dan 23 Juli, bukan bertepatan pada hari Idul Adha guna mengantisipasi timbulnya kerumunan. "Panitia wajib menyediakan petugas pengawas protokol kesehatan selama kegiatan pemotongan hewan kurban berlangsung," ungkap Heroe.

Nantinya Satgas Covid-19 di tingkat kelurahan serta Dinas Pertanian dan Pangan juga akan melakukan monitoring terkait dengan penerapan protokol kesehatan di lapangan maupun kondisi kesehatan hewan kurban.

Dia juga menyarankan agar warga masyarakat menyerahkan urusan penyembelihan hewan kurbannya kepada Baznas Kota Jogja, sehingga tidak perlu dipotong secara mandiri. Nantinya, pemotongan melalui lembaga amil zakat itu bakal dilangsungkan di RPH-R Giwangan.

"Jadi cukup mendaftarkan hewan kurbannya ke Kantor Baznas di komplek Balai Kota. Penyembelihannya juga dilakukan pada 21-23 Juli," jelasnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Jogja, Suyana menyampaikan bahwa, pihaknya akan melakukan pemantauan penjualan hewan kurban di beberapa titik yang ada di wilayahnya. Ia memastikan, pemantauan dilaksanakan dalam waktu yang singkat.

"Dilakukan lebih cepat untuk mengurangi kontak antara petugas dengan penjual. Bagaimanapun potensi penularan virus harus diantisipasi," terangnya

Sampai sejauh ini, sudah ada ratusan hewan kurban yang telah diperiksa yakni meliputi sapi, kambing dan domba. Tetapi, selama penerapan PPKM Darurat, pihaknya hanya memberi tanda terhadap hewan-hewan yang tak layak kurban.

"Rata-rata karena sakit mata, kemerahan itu, tapi kita berikan obat langsung di lapangan. Yang tak layak kurban juga kita tandai, misalnya ada kambing yang katarak, itu langsung ditandai sama petugas," ungkap Suyana.

Pemantauan itu akan dilakukan sampai 23 Juli mendatang. Petugas juga akan datang lagi ke lokasi yang sudah dipantau, jika ada hewan yang baru didatangkan ke sana.

Secara keseluruhan dia menyebut, para penjual hewan kurban sudah menerapkan tata cara penjualan sesuai dengan protokol kesehatan, terlebih selama masa PPKM Darurat ini. Begitu juga dengan tingkat kesejahteraan hewan yang diperhatikan dengan baik.

"Tapi, kemungkinan jumlah hewan kurban tahun ini bakal menurun. Kalau dilihat tren 2020 kemarin, itu juga turun dibandingkan 2019. Penjualannya sekarang juga tidak seramai tahun lalu," pungkas Suyana.