Memastikan Kualitas, Bupati Sunaryanta Cicipi Beras Bansos

Ilustrasi pedagang beras - JIBI/Solopos/Sunaryo Haryo Bayu
19 Juli 2021 06:17 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, WONOSARI – Sedikitnya 95.371 Kepala Keluarga di Gunungkidul mendapatkan bantuan sosial beras. Rencananya penyaluran bantuan dilaksanakan oleh Bulog dengan bantuan seberat 10 kilogram per keluarga.

Wakil Ketua DPRD Gunungkidul, Heri Nugroho mengatakan, bantuan dilaunching oleh bupati bersama-sama dengan perwakilan Bulog di gudang penyimpanan Logandeng, Kapanewon Playen, Minggu (18/7/2021). Ia mengaku tidak hadir dalam acara tersebut, namun berdasarkan informasi yang diterima beras yang diberikan merupakan kualitas medium sehingga layak di konsumsi.

BACA JUGA : Lolos Uji Tanak, Beras Bansos di Bantul Didistribusikan

“Pengalaman yang dulu terkadang ada masalah dengan kualitas beras yang disalurkan. Jadi, harus dipastikan kalau beras benar-benar layak dikonsumi serta tidak berkutu ataupun apek baunya,” kata Heri kepada Harianjogja.com.

Dia pun meminta kepada Dinas Sosial yang menangani masalah bantuan benar-benar melakukan pemantauan terhadap distribusi. Hal ini dibutuhkan untuk memastikan beras yang disalurkan kualitasnya sama dengan saat program bantuan sosial beras diluncurkan.

“Harus diawasi jangan sampai ada penerima bantuan mengeluh dengan kualitas beras yang diberikan,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Gunungkidul, Siwi Iriyanti mengatakan, total penerima bantuan sosial beras di Indonesia ada sekitar 18 juta keluarga. Adapun penerima di Gunungidul mencapai 95.371 keluarga. Jumlah ini merupakan akumulasi dari penerima bantuan PKH sebanyak 54.896 keluarga penerima manfaat dan penerima program bantuan sosial tunai sebanyak 40.475 KK.

BACA JUGA : 204.334 Keluarga di Jogja Bakal Dapat Bansos Beras 15Kg

“Jadi ini sifatnya tambahan dan masing-masing diberikan beras seberat sepuluh kilogram per keluarga,” katanya.

Menurut dia, sudah ada langkah antisipasi guna memastikan kualitas beras yan layak konsumsi. Rencananya dalam penyaluran, dinas sosial akan dibantuk tim dari PKH dan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan guna pemantauan distribusi ke KPM.

“Kalau ada masalah terkait dengan kualitas dan kuantitas bisa dilaporkan sehingga ada upaya penyelesaian,” katanya.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengatakan, bantuan sosial beras ini diberikan merupakan kebijakan terkait dengan dampak dari penerapan PPKM Darurat.  Ia tidak menampik kebijakan penanggulangan penularan corona berdampak terhadap masyarakaat di Gunungkidul.

“Mudah-mudahan bantuan bisa memberikan manfaat bagi seluruh keluarga penerima,” katanya.

BACA JUGA : Ini Strategi Kota Jogja Salurkan Beras Bansos untuk Cegah 

Sunaryanta menambahkan, pada saat launching berkesempatan mencicipi beras yang akan yang disalurkan. Ia pun puas dengan kualitas karena beras tersebut sangat layak dikonsumsi.

“Memang enak dan mudah-mudahan kualitas ini bisa dipertahankan sehingga tidak ada masyarakat yang mengeluh dengan masalah bantuan,” katanya.