Lebih Dari 1.000 Orang Warga Sleman Meninggal akibat Covid-19

Ilustrasi - Antara/Fransisco Carolio
20 Juli 2021 17:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN - Selama penerapan PPKM Darurat 3-19 Juli, warga Sleman yang terpapar virus Corona tercatat 6.775 orang. Dari jumlah tersebut, 4.581 orang sudah sembuh dan 328 orang meninggal dunia.

Pada 10 hari pertama (3-+13 Juli), warga yang terpapar Covid-19 sebanyak 3.861, dengan 3.568 pasien sembuh dan 259 kasus meninggal. Sepekan terakhir (14-19 Juli), sebanyak 2.914 kasus warga terkonfirmasi positif dan 1.013 orang sembuh dan 69 kasus meninggal.

Kelapa Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman Joko Hastaryo mengatakan kasus harian positif Covid-19 di Sleman sedikit demi sedikit mengalami penurunan. Namun demikian, dampak penerapan PPKM Darurat (3-20 Juli) baru diketahui pada akhir Juli. 

"PPKM Darurat kalau diterapkan secara konsisten dan ketat, efeknya baru terlihat setelah 17 Juli bahkan mungkin hingga akhir Juli," kata Joko, Selasa (20/7/2021). 

Dinkes, katanya, tetap akan menjalankan program-program pengendalian penyebaran Covid-19 mulai dari 3T (testing, tracing, dan treatment) dengan lebih optimal. 

Target testing di Sleman, kata Joko, memang tinggi. Setiap hari, Dinkes menargetkan 2.712 tes per hari. "Apalagi, saat ini penularan virus sudah masuk tahap community transmission sehingga semakin banyak yang ditracing maka semakin banyak yang ketemu positif Covid-19," ujar dia.

Pada aspek treatment, Dinkes tidak hanya menangani pasien yang terpapar Covid-19 tetapi juga persoalan turunannya. Dinkes akan terus melakukan upaya  minimalisasi problem kelangkaan oksigen, konversi bed ke bed isolasi, hingga kelangkaan obat-obatan.

Dinkes juga akan terus memaksimalkan program vaksinasi ke masyarakat. Vaksinasi Covid saat ini sudah diperluas untuk remaja usia 12 tahun ke atas. Selain itu, para petani juga menjadi sasaran penerima vaksin. "Program vaksinasi ini akan terus dilakukan sampai minimal 70% masyarakat Sleman tervaksin," katanya. 

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Sleman, hingga 19 Juli total warga Sleman yang terpapar Covid-19 sebanyak 30.458 kasus sementara kasus sembuh 21.431 kasus dan meninggal sebanyak 1.003 kasus. Jumlah kasus pasien yang meninggal diperkirakan lebih tinggi berdasarkan data Tim Dekontaminasi, Pemulasaraan dan Pemakamanan BPBD Sleman.

Koordinator Posko Dekontaminasi Covid-19 BPBD Sleman, Vincentius Lilik Resmiyanto jumlah jenazah yang dimakamkan oleh tim lebih banyak. Sebab yang dimakamkan oleh tim selain kasus yang terkonfirmasi positif yang meninggal di rumah sakit, juga pasien suspek dan probable yang menjalani isolasi mandiri di rumah. 

Tim Dekontaminasi, Pemulasaraan dan Pemakamanan BPBD Sleman sudah banyak dibantu oleh sukarelawan lainnya baik yang berasal dari komunitas, organisasi keagamaan maupub Satgas Pemakaman di masing-masing kalurahan. 

Dia berharap agar seluruh proses pemakaman jenazah pasien Covid-19 baik yang meninggal di rumah sakit maupun tempat tinggal untuk selalu berkoordinasi dengan Posko Dekontaminasi BPBD Sleman. "Soalnya ini terkait dengan data. Seluruh proses pemakaman juga dilakukan dengan standar protokol pemakaman," katanya. 

Di Sleman, kata Lilik, pada Kamis (15/7/2021) sempat terjadi ketidaktertiban administrasi dan koordinasi pengambilan jenazah di rumah sakit. Kala itu, tim yang mendapatkan mandat dari posko untuk mengambil dan memakamkan jenazah pasien Covid-19 sempat terhenti karena jenazah yang akan diambil ternyata diambil lebih dulu oleh tim lainnya. 

"Ada empat kasus pada saat itu, jenazah yang sudah masuk waiting list pengambilan oleh tim BPBD Sleman ternyata diambil oleh tim di luar kami tanpa ada koordinasi," katanya.