Lava Merapi Meluncur ke Tenggara, Barat dan Barat Daya

Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, DIY, Rabu (7/1/2021). - ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
20 Juli 2021 22:57 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Kendati tidak banyak aktivitas guguran, erupsi Gunung Merapi masih terus terjadi dengan guguran lava pijar yang meluncur ke tiga arah, yakni tenggara, barat dan barat daya pada Senin (19/7/2021). Beberapa guguran lava juga teramati pada Selasa (20/7/2021).

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan pada Senin (19/7/2021), terjadi total 12 kali guguran lava yang didominasi ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1,5 km.

“Satu guguran lava ke arah tenggara dengan jarak luncur 600 meter, 10 kali guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1,5 km dan satu guguran lava ke arah barat dengan jarak luncur 1,3 km,” ujarnya, Selasa (20/7/2021).

BACA JUGA: Kasus Corona di Gunungkidul Masih Tinggi, PPKM Darurat Belum Berdampak Signifikan

Guguran lava kembali teramati pada Selasa (20/7/2021) antara pukul 06.00 WIB-12.00 WIB, dengan rincian satu guguran lava ke arah tenggara dengan jarak luncur 500 meter dan dua guguran lava ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 1,2 km.

Pada aktivitas kegempaan, Senin (19/7/2021) terjadi 181 gempa guguran, satu gempa low frequency, 117 gempa fase banyak, 48 gempa vulkanik, tiga gempa tektonik dan 22 gempa hembusan. Sementara pada Selasa (20/7/2021) hingga pukul 12.00 WIB terjadi 98 gempa guguran, 11 gempa hembusan, 78 gempa fase banyak, 15 gempa vulkanik, satu gempa tektonik.

Guguran lava ini bersumber dari dua kubah lava yang berlokasi di barat daya dan tengah kawah. Berdasarkan pengamatan terakhir dari analisis morfologi stasiun kamera Tunggularum dan Deles 3, kubah lava barat daya memiliki volume 1,8 juta meter kubik dan kubah lava tengah kawah 2,7 juta meter kubik.