Dua Kakak Beradik Jadi Pelaku Pembakaran MI YAPPI Natah
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Penampakan hiu paus di perairan dangkal. ANTARA/HO-KKP
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL- Kemunculan hiu paus di kawasan Pantai Ngrenehan, Kanigoro, Saptosari sempat viral di dunia maya.
Meski demikian, kemunculan tersebut dianggap biasa karena mamalia ini sering menampakkan diri kawasan pantai selatan.
Anggota SAR Satlinmas Wilayah 2 di Pantai Ngrenehan, Agus Purwanto mengatakan, kemunculan hiu paus bukan hal yang baru.
Hal ini dikarenakan hewan ini sering muncul, tapi tidak sering diabadikan oleh nelayan maupun pemancing.
"Kebetulan ada pemancing di Tebing Mbitong yang mengabadikan sehingga membuat viral di dunia maya, tapi kemunculan tersebut sudah biasa," kata Agus kepada wartawan, Rabu (21/7/2021).
BACA JUGA: Sebanyak 78 Warga DIY Hari Ini Meninggal Dunia karena Covid-19
Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Sekretaris SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Surisdiyanto. Hiu paus sering muncul dikawasan pantai selatan saat musim pancaroba atau awal musim kemarau.
"Sering muncul, beberapa waktu lalu ada di perairan Pantai Sepanjang. Selain itu, juga pernah muncul Pantai Krakal," kata Suris.
Menurut dia, untuk ukuran bervariasi ada yang kecil tapi terkadang ada yang besar. Meski muncul di dekat aktivitas nelayab, namun mamalia ini tidak pernah menganggu. "kadang berenang di sekitar perahu jukung milik nelayan lalu masuk ke dalam laut lagi," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polres Gunungkidul mengungkap dua pelaku pembakaran MI YAPPI Natah merupakan kakak beradik berusia 14 dan 15 tahun.
Sebanyak 18.504 polisi dikerahkan mengawal demo Jakarta hari ini. Pengamanan difokuskan di DPR/MPR dan sejumlah titik strategis.
Cek link CCTV Jakarta hari ini, Kamis 27 Agustus 2026, untuk memantau kondisi jalan di Senayan, GBK, Bendungan Hilir, dan Kuningan Barat.
Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi pada Kamis pagi. Kolom abu mencapai 2.500 meter dan warga diminta waspada banjir lahar.
Harapan masyarakat Desa Mawu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk memiliki sarana penghubung yang layak kini mulai terealisasi.
BMKG mendeteksi 1.079 titik panas di Kalsel. Seluruh wilayah masuk zona merah atau sangat mudah terbakar sehingga warga diminta waspada karhutla.