Berkurang, Iduladha Kali Ini Hanya 15.538 Hewan Kurban Disembelih di Sleman

Panitia penyembelihan hewan kurban di Musala Nurul Huda Banguntapan pada Selasa (20/7/2021) mengenakan apron, masker hingga sarung tangan lateks untuk mendukung proses selama penyembelihan. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
23 Juli 2021 22:27 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Tidak hanya titik penjualan dan lokasi pemotongan, jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini juga mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Kabar baiknya, kasus cacing hati yang ditemukan menurun drastis.

Plt Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Sleman Suparmono mengatakan berdasarkan pendataan jumlah hewan kurban yang dilakukan DP3 Sleman di seluruh kalurahan tercatat jumlah keseluruhan hewan kurban yang dipotong pada tahun ini mengalami penurunan.

"Tahun ini jumlah hewan kurban yang dipotong sebanyak 15.538 ekor berkurang 3.374 ekor dari tahun lalu sebanyak 19.312 ekor," kata Suparmono, Jumat (23/7/2021).

Baca juga: Ini 4 Pertimbangan Pemerintah Melonggarkan PPKM Mulai 26 Juli

Dia merinci, jika tahun lalu jumlah sapi yang dipotong sebanyak 7.627 ekor maka tahun ini sebanyak 7.234 ekor. Salah satubya, sapi bantuan Gubernur DIY yang dipotong di Masjid Al Amin Pasekan Lor Balecatur, Gamping.

Untuk jumlah kambing yang dipotong pada tahun lalu 1.912 ekor namun tahun ini justru bertambah menjadi 2.349 ekor. Adapun untuk domba, tahun lalu sebanyak 9.773 ekor maka tahun ini tercatat sebanyak 5.955 ekor. "Kami mengerahkan 252 petugas pengawas, lebih banyak dibandingkan tahun lalu yang hanya 222 petugas," katanya.

Penurunan jumlah hewan kurban tersebut, kata Supramono akibat pandemi Covid-19 yang berdampak pada perekonomian warga. Ada juga sebagian warga yang tahun ini tetap berkuban tetapi jenis hewannya berganti dari sebelumnya sapi ke kambing atau domba.

"Ya penurunan jumlah pemotongan hewan kurban juga terjadi pada tahun lalu dampak dari pandemi Covid-19. Kabar baiknya, temuan fasciola hepatica atau cacing hati sangat sedikit. Hanya 1 persen dari tahun lalu yang mencapai 4 persen," katanya.

Baca juga: Vaksinasi di Gunungkidul Dilakukan di Rumah Warga agar Selesai Agustus

Pelaksanaan penyembelihan hewan kurban mengacu pada SE Bupati No.451 yang digelar selama tiga hari pada hari tasyrik. Mulai 21-23 Juli di 2.060 titik pemotongan. Paling banyak di Prambanan sebanyak 173 titik. Jumlah titik pemotongan tahun ini juga lebih sedikit dibandingkan tahun lalu sebanyak 2.352 titik.

"Tidak hanya jumlah hewan kurban yang turun, jumlah titik penjualan hewan kurban juga turun dari 481 titik tahun lalu pada tahun ini hanya ada di 250 titik," katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Potong Hewan, Yuda Andi Nugroho mengatakan sebanyak 15 ekor hewan kurban yang awalnya akan disembelih di Rumah Potong Hewan Ruminansia (RPH-R) Sleman dibatalkan.

"Banyak panitia pemotongan hewan kurban yang membatalkan pemotongan hewan kurban di RPH-R karena kami tidak memotong hewan kurban pada hari H. Ini sesuai instruksi dan surat edaran bupati," kata Yuda.

Di RPH-R Sleman, jumlah hewan kurban yang dipotong hingga hari terakhir sebanyak 52 ekor. Terdiri dari sapi 46 ekor dan kambing 6 ekor.