Vaksinasi di Gunungkidul Dilakukan di Rumah Warga agar Selesai Agustus

Salah seorang warga mendapatkan vaksin Covid-19 di kawasan Pantai Ngobaran, Kalurahan Kanigoro, Saptosari. Jumat (23/7/2021). - Harian Jogja/David Kurniawan
23 Juli 2021 18:37 WIB David Kurniawan Gunungkidul Share :

Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Pemkab Gunungkidul menargetkan 70% penduduk dapat disuntik vaksin Covid-19 akhir Agustus mendatang.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta optimistis target 70% penduduk dapat menerima vaksin segera tercapai. Pada awalnya, vaksin dilaksanakan di puskesmas atau balai kalurahan.

BACA JUGA: Ini Merek Laptop Merah Putih Produksi Indonesia

Namun demikian, sambung dia, penyutikan juga dilakukan dengan mendatangi rumah warga. Selain itu, vaksinasi juga diselenggarakan di tempat-tempat wisata.

Sunaryanta pun menyempatkan diri melihat vaksinasi ke rumah warga di Dusun Karang, Jetis, Saptosari. “Siap disuntik vaksin kan mbah?” kata Sunaryanta kepada Mbah Tumiyen yang akan mendapatkan vaksin di rumah, Jumat (23/7/2021).

Menurut dia, upaya mendatangi calon penerima vaksin merupakan terobosan guna mencapai target yang telah ditentukan. Sunaryanta menganggap pelaksanaan di rumah memiliki keuntungan karena warga bisa lebih rileks sehingga tekanan darahnya tidak mengalami kenaikan.

“Selain ke rumah juga dilakukan di tempat wisata. Hari ini [kemarin] dilaksanakan di kawasan Pantai Ngobaran,” katanya.

BACA JUGA: Masih Rendah, Baru 266 Remaja di Bantul Divaksin Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, akan terus berupaya mencapai target 70% penduduk menerima vaksin corona di akhir Agustus mendatang. Menurut dia, upaya vaksinasi menyasar ribuan penduduk setiap harinya agar target herd immunity tercapai. “Capainnya baru sekitar 26%, tapi kami akan terus berusaha mencapai sesuai target yang telah direncanakan,” katanya.

Dewi menambahkan, ada perubahan sasaran target warga penerima vaksin. Pada awalnya, target yang dipatok hanya sebanyak 525.000 jiwa, namun sesuai arahan dari Pemerintah Pusat dinaikan menjadi sekitar 595.000 jiwa. “Bukan masalah dan pelaksanaan vaksin terus dikebut,” katanya.