Iduladha, Permintaan Penggilingan Daging Kurban Meningkat

Ilustrasi. - Freepik
25 Juli 2021 08:07 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Permintaan penggilingan daging di kabupaten Kulonprogo mengalami lonjakan yang signifikan. Peningkatan tersebut imbas dari banyaknya masyarakat yang memilih untuk mengolah daging kurban menjadi makanan olahan.

Penyedia jasa penggilingan daging di Pasar Wates yakni Yuli, 49, warga Kalurahan Wates, Kapanewon Wates, Kulonprogo, mengatakan peningkatan minat warga untuk menggilingkan daging kurban terjadi sejak Selasa (20/7/2021).

"Sejak perayaan Iduladha, per harinya saya bisa menggiling daging sekitar 100 kilogram. Banyak warga yang memilih untuk mengolah daging kurban menjadi bakso atau makanan olahan lainnya yang berbahan baku daging giling," kata Yuli pada Sabtu (24/7/2021).

Ketika disinggung mengenai tarif, Yuli mengatakan jika harga sekali penggilingan daging per kilogramnya dipatok dengan harga Rp5.000. Sementara itu, harga daging giling dengan adonan bakso dibanderol dengan harga Rp25.000.

Penyedia jasa penggilingan daging di Pasar Wates lainnya yakni Susanto, 33, warga Kulonprogo mengatakan peningkatan minat masyarakat untuk mengolah daging kurban menjadi daging giling diprediksikan sampai Sabtu (24/7/2021).

Baca juga: Kemenaker: Pekerja Sektor Terdampak Wajib Terima Subsidi Rp1 Juta

"Ketika Iduladha seperti ini, setiap hari bisa menggiling daging sekitar tiga kuintal hingga empat kuintal. Kalau hari biasa, sehari paling cuma bisa menggiling sekitar satu kuintal," kata Susanto.

Salah satu warga bernama Wahyu, 31, warga Kulonprogo mengaku jika ia memilih untuk  mengolah daging kurbannya menjadi daging giling agar lebih tahan lama. Terlebih, jumlah daging yang didapatkannya juga lumayan banyak.

"Kalau dalam bentuk daging, ketika disimpan di dalam freezer pasti rasanya berbeda. Kalau sudah dijadikan adonan bakso akan lebih awet karena bisa disimpan lebih lama di freezer," kata Wahyu.