Lava Pijar Ke Barat Daya Dominasi Aktivitas Merapi dalam Sepekan

Gunung Merapi dilihat dari Jurangjero, Srumbung, Kabupaten Magelang, 7 Januari 2021. - Harian Jogja/Nina Atmasari
31 Juli 2021 18:17 WIB Lugas Subarkah Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN-Erupsi Gunung Merapi masih terus berlangsung meski dengan intensitas yang naik-turun. Berdasarkan pengamatan mingguan, terjadi aktivitas awan panas dan guguran lava ke sejumlah sektor, yang didominasi sektor barat daya.

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida, menjelaskan selama 23-29 Juli, terjadi sebanyak empat kali awan panas ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2,5 km.

“Guguran lava teramati sebanyak 29 kali ke arah tenggara dengan jarak luncur maksimal 1,2 km, 145 kali ke barat daya dengan jarak luncur maksimal 2 km, empat kali ke barat dengan jarak luncur maksimal 800 meter, dan satu kali ke barat laut dengan jarak luncur 500 meter,” ujarnya, Sabtu (31/7/2021).

Guguran yang teramati pada sisi barat berasal dari material lama Lava 1992 dan Lava 1998, demikian juga guguran yang mengarah ke barat laut berasal dari material lama Lava 1948. Sementara guguran pada sisi barat daya berasal dari kubah lava barat daya dan guguran pada sisi tenggara dari kubah lava tengah kawah.

Dari hasil pengambilan foto udara dengan drone, volume kubah barat daya sebesar 1,8 juta meter kubik dan volume kubah tengah sebesar 2,8 meter kubik. Analisis morfologi dari Stasiun Kamera Deles 5 tidak menunjukkan perubahan signifikan pada tinggi kubah tengah. Sedangkan dari Stasiun Kamera Babadan 2 menunjukkan sedikit perubahan morfologi pada Lava 1998.

Pada aktivitas kegempaan, selama sepekan tercatat empat kali gempa Awan Panas Guguran (AP), 468 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), tiga kali gempa Low Frekuensi (LF), 1.520 kali gempa Fase Banyak (MP), 1.048 kali gempa Guguran (RF), 146 kali gempa Hembusan (DG), dan 10 kali gempa Tektonik (TT). “Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup tinggi,” katanya.

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif, dengan status Siaga. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor Tenggara-Barat Daya sejauh maksimal 3 km ke arah sungai Woro dan sejauh 5 km ke arah sungai Gendol, Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih.