Pemda DIY Klaim Kasus Aktif dan Kematian akibat Covid-19 Menurun

Ilustrasi. - REUTERS/Susana Vera
02 Agustus 2021 16:57 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Pemda DIY mengklaim angka kasus aktif Covid-19 di Bumi Mataram menurun seiring tingginya angka kasus kesembuhan. Demikian angka kematian juga diklaim menurun.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan dari hasil evaluasi selama beberapa hari terakhir ini angka terkonfirmasi positif menunjukan penurunan, “Kesembuhan juga tinggi, meninggal berkurang,” kata Baskara Aji di Kompleks Kepatihan, Senin (2/8/2021).

Menurut dia, kasus aktif turun ketika kesembuhan meningkat. Baskara Aji melihat data saat ini terjadi peningkatan kesembuhan dibanding sebelum-sebelumnya. Jika pertengahan Juli lalu angka positif Covid-19 tinggi bahkan sempat mendekati angka 3.000, sementara kasus sembuhnya ratusan orang sehingga kasus aktif menjadi tinggi.

Baca juga: Urung Jadi RS Darurat, Hotel Mutiara Malioboro Disiapkan untuk Selter Covid-19

Akhirnya banyak yang isolasi di rumah karena keterisian tempat tidur pasien Covid-19 di rumah sakit juga hampir penuh. “Sekarang angka kesembuhannya hampir sama dengan yang positif. Daya tampung rumah sakit juga berkurang,” kata Baskara Aji.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan per 1 Agustus 2021 total angka kasus positif mencapai 191.136 kasus. Sementara total angka kesembuhan 78.658 kasus atau 66,02%. Kasus aktif 37.019 atau 31,07%, lebih tinggi dari nasional 15,77%. Angka kasus kematian 3.459 atau 2,9%.

Kondisi ketersediaan tempat tidur khusus Covid-19 di rumah sakit untuk kritikal dari 318 terpakai 240 atau 75,47%. Sementara tempat tidur kritikal dari 1.462 tempat tidur terisi 1.250 tempat tidur atau 85,50%.

Baca juga: Penyintas Covid-19 Kembali Terinfeksi, Ini Pesan Kadinkes Gunungkidul

Disinggung soal angka sampel dan orang yang diperiksa menurun, Baskara Aji menyatakan pemeriksaan dilakukan tergantung kontak erat. “Kita tracing banyak, testing banyak, positivity rate bagus,” kata Baskara Aji. Pihaknya akan memeriksa orang yang yang berkontak erat sehingga tidak sembarang orang diperiksa sehingga hasilnya akurat.

Lebih lanjut, Baskara Aji juga mengklaim antrean di rumah sakit sudah mulai berkurang. Penyebabnya karena ada lukiran tempat tidur. Misalnya pasien yang tadinya bergejala sedang dan berat kemudian sudah membaik namun belum dinyatakan sembuh akan dipindah ke selter. Sementara tempat tidur di rumah sakit diisi orang yang bergejala.

Kepala Bagian Humas dan Marketing Rumah Sakit Bethesda Jogja, Adhiyanto Priambodo, mengatakan tidak ada antrean pasien Covid-19 di IGD Bethesda. Pihaknya sudah menambah tempat tidur khusus pasien Covid-19 dari yang tadinya 39 tempat tidur menjadi 64 tempat tidur. “Data tadi pagi [2 Agustus 2021] masih ada enam tempat tidur [yang tersisa],” kata Adhiyatno.