Gara-gara Pandemi, Pemberangkatan Transmigran Dibatalkan

Ilustrasi rumah di lokasi transmigrasi - dok
02 Agustus 2021 06:17 WIB Catur Dwi Janati Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Rencana pemberangkatan transmigrasi sejumlah warga Bantul mengalami sedikit perubahan. Pasalnya banyak daerah tujuan yang membatalkan penerimaan transmigran di masa pandemi.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Perluasan Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Bantul, Yanatun Yunadiana menyampaikan pekan lalu sejumlah sasaran transmigrasi melaporkan pembatalan penerimaan transmigran. Dari beberapa lokoasi sasaran, hanya satu tempat yang sampai saat ini terkonfirmasi masih bisa menerima transmigran selama pandemi.

BACA JUGA : Tahun Lalu Ditunda, 20 KK Asal Bantul akan Diberangkatkan

"Ternyata dari pusat menyampaikan kalau beberapa daerah itu belum berani menerima transmigran," katanya pada Minggu (1/8/2021).

"Hanya satu kabupaten yang tahun ini mau menerima transmigran. Yakni Kabupaten Mamuju Tengah," imbuh Yanatun.

Disampaikan Yanatun, pertimbangan sejumlah daerah melakukan pembatalan penerimaan transmigran karena PPKM dan Covid-19. "Kita kan kemarin ada yang di Kalimantan Timur, kemudian Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, itu calon lokasi tahun ini," ujarnya.

"Tetapi dari semua kabupaten itu membatalkan kecuali Mamuju Tengah. Mamuju Tengah tetap kita berangkatkan," jelasnya.

Kondisi ini membuat ada sedikit perubahan skema pada pemberangkatan transmigrasi tahun ini. Dari 20 KK yang bakal diberangkatkan, sebelumbya telah dibagi lokasi tujuan transmigran. Namun rencana itu gagal karena ada perubahan situasi dari sejumlah daerah tujuan.

BACA JUGA : Bantul Gelar Transmigrasi Lagi, Cek Syarat dan Lokasi 

Dampaknya hanya empat KK yang dijadwalkan bertransmigraai ke Mamuju Tengah yang akan tetap diberangkatkan. Namun Yanatun menjelaskan kuota tramsmigrasi ke Mamuji Tengah ditambah satu KK lagi. Sehingga nantinya ada satu KK yang bakal dipindahkan tujuan transmigrasinya ke Mamuju Tengah.

"Sehingga dari 20 KK ini kan yang empat KK sudah jatah Mamuju Tengah, tinggal satu KK. Tapi kita ini belum menawarkan ke 16 KK sisanya apakah ada yang mau kita pindah ke Mamuju Tengah," tandasnya.