Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pembuangan Bayi di Pasar Sleman
Polresta Sleman mengamankan terduga pelaku pembuangan bayi di kawasan Pasar Sleman. Polisi masih merahasiakan detail perkara.
Ilustrasi. /AntaraFoto- Yusran Uccang
Harianjogja.com, BANTUL - Program transmigrasi yang sempat tertunda karena pandemi 2020, rencananya akan kembali digulirkan tahun ini. Sebanyak 20 KK direncanakan berangkat di akhir 2021 nanti.
Sekretaris Disnakertrans Bantul Istirul Widilastuti menerangkan pemberangkatan transmigrasi akan dilakukan bagi 20 KK warga Bantul. Seharusnya 20 KK tersebut berangkat pada 2020. Pandemi membuat keberangkatan mereka tertunda dan baru akan terlaksana di 2021.
"Pemberangkatan transmigrasi yang 2020 tertunda karena pandemi. Sekarang sesuai surat pusat dan juga dari DIY bahwa tahun ini ada perintah untuk pemberangkatan transmigrasi untuk 20 KK, ini hanya untuk yang tahun lalu tertunda, sementara itu," jelasnya Jumat (26/3/2021).
Baca juga: Daripada Dikelola Pemkab Kulonprogo, Dewan Lebih Setuju Gerbang Samudra Raksa Ditangani Swasta
Persiapan calon transmigrasi pun terus diperkuat. Persiapan meliputi seleksi adminstrasi hingga pelatihan. "Ada seleksi administrasi, ada seleksi kesehatan. Kita nanti melatih mereka yang mau berangkat, kita bekali dengan berbagai macam keterampilan, baik pertanian perkebunan dan keterampilan yang lain," jelasnya.
Istirul berharap diselenggarakannya kembali program transmigrasi dapat membantu dalam pemerataan penduduk dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Baca juga: Pengin Beli Rumah? Ada Promo KPR di Tiga Bank Besar Ini
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan untuk mengurangi ketimpangan antar wilayah. Di satu sisi yang padat penduduknya di pulau Jawa di luar Jawa kan tidak padat," tandasnya.
"Diharapkan dengan adanya program trasmigrasi untuk mengurangi ketimpangan dan menjaga kedaulatan negara. Rata-rata nanti akan ditransmigrasi di Sulawesi dan Kalimantan. Saat ini masih ada daftar tunggu sekitar 79 KK yang belum diberangkatkan," imbuhnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Polresta Sleman mengamankan terduga pelaku pembuangan bayi di kawasan Pasar Sleman. Polisi masih merahasiakan detail perkara.
Kekeringan DIY 2026 disebut mirip kondisi 2023. BPBD mencatat 5,047 juta liter air telah disalurkan ke empat kabupaten.
DPUPKP Kota Jogja memperbaiki trotoar secara bertahap dan memastikan guiding block dipasang di lokasi yang memungkinkan bagi pejalan kaki.
RUU Perampasan Aset ditargetkan disahkan paling lambat 15 Desember 2026. Simak progres dan tahapan pembahasannya di DPR.
BMKG memperingatkan DIY berpotensi mengalami kekeringan hingga akhir 2026 akibat El Nino sangat kuat dan curah hujan yang minim.
Sri Sultan Hamengku Buwono X mempersilakan masyarakat berdemo asal tertib dan tidak merusak. Ia juga mengingatkan soal pemberitahuan ke polisi.