Kejar Vaksinasi Anak, Bantul Minta 170.000 Dosis Vaksin Sinovac

Ilustrasi vaksinasi Covid-19. - Harian Jogja/Desi Suryanto
05 Agustus 2021 07:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul telah mengajukan sebanyak 170.000 dosis vaksin Sinovac ke Pemerintah Pusat melalui Pemda DIY. Namun, sampai saat ini, belum ada kejelasan kapan vaksin yang diajukan tersebut datang ke Bumi Projotamansari.

“Sudah kami ajukan. Sekitar 170.000 dosis vaksin Sinovac. Kenapa Sinovac? karena kami mengejar untuk vaksinasi anak berusia 12 tahun keatas. Kan 12 tahun dan 18 tahun pakai Sinovac. Tapi, jika adanya AstraZeneca ya, kami terima,” kata Agus, Rabu (4/8/2021).

Menurut Agus, sejauh ini pihaknya memang mulai fokus untuk vaksinasi untuk anak usia sekolah dan zona merah kecamatan. Sebab, sampai saat ini, diakuinya, vaksinasi untuk remaja masih belum maksimal. Data di Dinkes Bantul, sampai 31 Juli, dari 72.145 remaja sasaran, baru 714 remaja divaksin dosis pertama. Sedangkan untuk dosis kedua baru ada 12 remaja.

Sementara hingga Selasa (3/8/2021) cakupan vaksinasi di Bantul masih dibawah 25% untuk dosis pertama. Di mana dari total 824.370 sasaran, baru 197.988 yang menerima dosis pertama (24.02%). Sedangkan dosis kedua, baru terealisasi 10,84% atau 89.333.

“Sedangkan ketersediaan vaksin kami tinggal 6.130 dosis Sinovac. Sampai sekarang belum ada tambahan lagi. Dari 6.130 dosis vaksin Sinovac tersebut terdiri dari sisa Dispar DIY 1.620 dosis, Dosis 1 sentra bulan Agustus 1.800 dosis, dan dosis 2 sentra bulan Agustus 2.710 dosis,” terang Agus.

Baca juga: Hingga Akhir Agustus, Pengelolaan RS Darurat Covid-19 Respati Sleman Dibiayai Pemkab

Meski stok terbatas, kata Agus, sejauh ini tidak mengganggu jadwal vaksinasi yang ada. Tidak ada pembatalan vaksinasi karena keterbatasan stok. Sebab, ada kebijakan yang dilakukan Dinkes agar vaksinasi tetap berjalan, yakni menggunakan stok dosis kedua untuk penyuntikan dosis pertama.

“Dengan asumsi awal bulan ini ada vaksin datang dari pemerintah pusat. Dosis kedua yang digunakan pun yang digunakan rentang waktu minimal seminggu mendatang. Sehingga tidak akan mengganggu jadwal yang ada,” ungkap Agus.

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho mengatakan untuk mempercepat vaksinasi, pihaknya menambah sentra vaksinasi. Jika sebelumnya, sentra vaksinasi hanya ada di SMK Kesehatan, maka saat ini ditambah di kantor Dinkes Bantul.

“Jadi jika dulu kami bisa melakukan vaksinasi 4.500 orang per hari. Dengan tambahan sentra sebanyak 300 orang. Maka nanti kami akan memvaksin sebanyak 4.800 perhari,” jelas Abed.