Advertisement

Kesulitan Pakan karena Wisata Ditutup, Exotarium Lepaskan Satwanya

Lugas Subarkah
Kamis, 05 Agustus 2021 - 02:37 WIB
Bernadheta Dian Saraswati
Kesulitan Pakan karena Wisata Ditutup, Exotarium Lepaskan Satwanya Sejumlah satwa dilepas di areal terbuka Exotarium, Rabu (4/8/2021). - Harian Jogja/Lugas Subarkah

Advertisement

Harianjogja.com, SLEMAN-Exotarium Mini Zoo menjadi salah satu destinasi wisata yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Kesulitan memberi makan satwa, pengelola pun menggelar aksi simbolik pelepasan satwa, Rabu (4/8/2021).

Sejumlah satwa dilepaskan di rerumputan yang masih menjadi areal Exotarium, di Sendangadi, Mlati. Beberapa satwa seperti kura-kura, kambing, kuda, ular piton, kelinci, musang, ayam kalkun dan lainnya terlihat berjemur dan mencari makan di rerumputan tersebut.

Pemilik Exotarium, Akbar Taruna, menjelaskan pelepasan satwa ini merupakan aksi simbolik terhadap kebijakan PPKM yang berimbas pada penutupan tempat wisata, sehingga menyebabkan tidak adanya pemasukan bagi kebun binatang.

PROMOTED:  Resmikan IKM di Umbulharjo, Dinas Perinkopukm Jogja Berharap IKM Naik Kelas

Ia menceritakan selama pandemi Covid-19 meski tidak bisa dibilang untung, Exotarium dapat bertahan untuk operasional termasuk memberi makan satwa. Pada masa new normal, Januari sampai Juni, 2021 rata-rata pengunjung pada hari biasa berkisar 100-200 orang, sementara pada hari libur bisa 800-1.000 orang.

“Adanya PPKM pada tanggal 3 Juli yang diperpanjang sampai sekarang ini ternyata kami merasa berat. Sebulan kami masih bisa bertahan, tapi kalau diperpanjang terus mohon maaf kami merasa keberatan. Untuk itu kami memohon kepada pemerintah dengan adanya event ini, kita akan protes dengan cara kita sendiri yaitu dengan cara melepaskan perwakilan satwa kami,” katanya.

Baca juga: Syukurlah...Keterisian Bed Pasien Covid-19 di Kulonprogo Mulai Turun

Pelepasan satwa ini kata dia, mengandung makna simbolis bagaimana satwa yang biasanya diberi makan secara rutin oleh pengelola, diminta mencari makan sendiri di areal terbuka. Hal ini menyiratkan bagaimana sulitnya pengelola memberi makan satwa saat ini.

Exotarium harus menghidupi total sebanyak 350 satwa berbagai spesies, seperti reptil berkaki, reptil melata, kambing merino, kambing etawa, kura-kura darat, kura-kura air, aneka macam kelinci, hewan nokturnal, aneka burung, kuda, rusa, kambing mini, termasuk ikan alligator, dengan total biaya untuk pakan sebesar Rp35 juta dalam sebulan.

Exotarium juga telah menggalang donasi bagi masyarakat yang peduli terhadap kelangsungan hidup satwa, baik dengan memberi pakan langsung maupun dalam bentuk uang. “Kalau untuk karyawan itu tanggung jawab manajemen, tapi kalau satwa ini kan bisa siapapun yang peduli atau cinta satwa itu punya hak untuk membantu satwa-satwa yang ada di tempat kami ini,” ungkapnya.

Advertisement

Exotarium merupakan kebun binatang mini yang lebih menekankan pada wisata edukasi. Satwa-satwa biasanya diberi makan langsung oleh pengunjung di samping makanan utama dan vitamin dari pengelola. Ia berharap wisata bisa segera kembali dibuka meski dengan sejumlah syarat seperti surat vaksin atau hasil antigen, agar kebutuhan satwa bisa kembali terpenuhi.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Demi Prabowo, Gerindra Siap Lawan Anies Baswedan di Pilpres 2024

News
| Selasa, 04 Oktober 2022, 16:17 WIB

Advertisement

alt

Rasakan Sensasi Makan Nasgor Bercitarasa Tengkleng ala Grage Ramayana Hotel

Wisata
| Senin, 03 Oktober 2022, 07:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement