Contohkan Anak Cucu, Menteri Luhut Minta Warga Jogja yang Positif Covid-19 untuk ke Selter

Luhut Binsar Panjaitan - Antara/M. Agung Rajasa
06 Agustus 2021 22:17 WIB Sirojul Khafid Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan meminta warga Kota Jogja yang positif Covid-19 untuk isolasi di selter. Hal ini dia sampaikan dalam kunjungan kerja di Selter Bener, Tegalrejo, Jogja. Kepada warga yang sedang menjalani isolasi di Shelter Bener, Luhut menekankan bahwa pengidap sakit Covid-19 bukanlah aib. Sehingga apabila ada saudara atau tetangga yang positif Covid-19 untuk dianjurkan ke selter.

“Anak, cucu, dan mantu saya kena [Covid-19] juga, Alhamdulillah sembuh. Sampaikan ke saudara lain daripada [isolasi] di rumah bisa menularkan ke orang lain,” Kata Luhut, Jumat (6/8/2021).

Fasilitas di selter seperti tempat tidur, pengawasan dokter dan sebagainya lebih mumpuni. Ketersediaan obat juga cukup. “Cukup obatnya, ada paketnya, dokternya ada, semua bisa bantu. Bapak ibu tidak usah takut mengenai obat,” kata Luhut.

Terkait vaksinasi, target vaksinasi di Kota Jogja selesai 100 persen pada September 2021. Luhut berpesan untuk warga yang belum vaksin untuk segera melakukannya. “Ke depan warga yang datang ke Malioboro akan diminta memperlihat kartu vaksin, untuk keselamatan kita semua,” katanya.

BACA JUGA: Tersangka Korupsi Jual Beli Kios Abu Bakar Ali Diduga Gunakan Duit untuk Judi dan Minum Miras

Menurut Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, aturan masuk ke beberapa tempat, termasuk Malioboro dengan menunjukan kartu vaksin selaras dengan syarat keluar masuk antar kota. Nantinya akan ada program khusus apabila warga yang hendak masuk Jogja harus membawa surat vaksin.

“Nanti akan kami atur saat masuk ke Jogja. Terutama kendaraan besar seperti bus, akan kami atur sedemikian rupa, periksa kelengkapan surat vaksin,” kata Heroe.

Sejauh ini, vaksinasi di Kota Jogja sudah memenuhi target dari pemerintah pusat. Namun bukan semua merupakan warga Jogja. Dari 352.000 dosis pertama dan kedua yang sudah Pemerintah Kota Jogja suntikkan, 41 persen merupakan warga Jogja. Sementara sisanya untuk warga luar yang berkegiatan di Jogja.