Terpapar Corona, Puluhan Warga Cangkringan Dievakuasi ke Tempat Isoter

Ilustrasi. - ANTARA FOTO/Irwansyah Putra
06 Agustus 2021 20:17 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Puluhan warga Dusun Suruh, Argomulyo, Cangkringan yang terpapar Covid-19 mulai dievakuasi ke gedung isolasi terpadu (Isoter). Evakuasi warga yang terpapar Covid-19 dilakukan secara bertahap.

Kaur Pangripta Kalurahan Argomulyo, Andi Santoso mengatakan evakuasi warga yang terpapar Covid-19 di padukuhan tersebut dilakukan secara bertahap. Gelombang pertama digelar sejak Kamis (5/8/2021) malam. Mereka dievakuasi ke Isoter Rusun ASN Maguwoharjo, Depok.

"Tadi [kemarin] malam yang dievakuasi ke Isoter ada 25 warga, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Mereka dijemput lima mobil ambulans," katanya saat dikonfirmasi Harianjogja.com, Jumat (6/8/2021).

BACA JUGA: Tersangka Korupsi Jual Beli Kios Abu Bakar Ali Diduga Gunakan Duit untuk Judi dan Minum Miras

Pengevakuasian warga ke Isoter, lanjut Andi, dilakukan secara bertahap. Pada Jumat pagi, sebanyak lima warga juga dievakuasi ke Isoter. Warga lainnya yang masih menjelani Isoman, lanjut Andi, juga akan dievakuasi ke Isoter. Sampai Jumat siang sebanyak 30 warga sudah dievakuasi ke Isoter. "Yang lain tetap juga akan dibawa ke Isoter, tapi kami masih menunggu yang kosong bednya," kata Andi.

Andi mengatakan, dari 73 warga yang terpapar Covid-19 sebagian besar merupakan warga Suruh. Warga Suruh yang hasil tes PCR nya positif sebanyak 69 orang. Sisanya merupakan warga Jetis dan Karanglo. "Alhamdulillah, meski terpapar Covid-19 belum ada yang bergejala berat. Gejala ringan semua. Agar dapat diawasi dengan baik, yang isoman ini (secara bertahap) dievakuasi ke Isoter," ujarnya.

Penularan terjadi diduga setelah warga mengikuti takziah atas wafatnya salah seorang warga. Kegiatan tersebut terjadi beberapa hari lalu. Warga yang meninggal bukan pasien positif Covid-19. "Kegiatan takziah juga dilakukan tidak lama, tidak banyak yang hadir dan itupun warga satu kampung saja, tidak melibatkan kampung lain," terang Andi saat dikonfirmasi Harian Jogja, Kamis (5/8) malam.

Usai prosesi penguburan, malamnya keluarga menggelar tahlilan. Yang mengikuti kegiatan tersebut juga tidak banyak. Andi tidak mengetahui apakah penularan berasal dari salah satu keluarga rumah duka atau warga lain yang berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Selain membatasi akses keluar masuk dusun, kata Andi, Satgas juga melakukan penyemprotan disinfektan di sekitar lokasi. Menurut rencana, kata Andi, warga yang menjalani isoman akan dievakuasi ke isolasi terpadu (Isoter) secara bertahap. Baik ke Isoter Rusun ASN PUPR di Maguwoharjo maupun Asrama Haji.

Selama nanti menjalani isolasi di Isoter, lanjut Andi, maka para pemuda akan dikerahkan untuk menjaga keamanan kampung tersebut. "Ini kami masih terus mencari kontak erat juga untuk mencegah penyebaran Covid-19. Sebab masih ada yang belum diswab juga," ujar Andi.

Terpisah, Plt Panewu Cangkringan Suyanto mengatakan puluhan warga Suruh tersebut diperiksa massal setelah banyak temuan kasus yang positif Covid-19 di sekitar lokasi. Untuk mencegah penularan meluas, kata Suyanto, Satgas Kapanewon berupaya memindahkan warga ke Isoter. Adapun ternak warga saat menjalani isolasi di Isoter tengah dikoordinasikan dengan Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DPPP) Sleman. "Jadi biar warga yang nanti menjalani isolasi di Isoter tidak kepikiran siapa yang ngurus ternaknya," ujar Suyanto.