Jogja Sempat Kewalahan, Bantuan Makanan Pasien Isoman Berlanjut

Ilustrasi - Antara/Oky Lukmansyah
07 Agustus 2021 20:17 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Jogja mengaku sempat kesulitan melayani permintaan bantuan makanan bagi pasien Covid-19 yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Pada Juni-Juli lalu, Dinsosnakertrans mengklaim sebanyak 100-150 surat permohonan masuk dari kelurahan untuk meminta bantuan makanan.

Kepala Dinsosnakertrans Kota Jogja Maryustion Tonang mengatakan melonjaknya kasus Covid-19 beberapa waktu belakangan mengakibatkan banyaknya warga setempat yang menjalani isoman di rumah. Dengan memperhatikan asas empati serta atensi, jawatannya kemudian membuat program bantuan makanan bagi pasien isoman dengan bekerja sama dengan UMKM kuliner yang tergabung dalam Gandeng-Gendong.

Namun, Dinsosnakertrans mengaku sempat kewalahan akibat permintaan bantuan melonjak. Sejumlah lurah di Kota Jogja banyak yang berharap agar warganya yang tengah menjalani isoman tersentuh dengan program itu. "Pengajuan bantuan makanan itu banyak sekali di Juni-Juli. Sehari itu sampai 100-150 surat permohonan per hari dari 45 kelurahan di Kota Jogja," kata dia, Sabtu (7/8/2021).

Dari surat-surat yang masuk itu, tiap kelurahan juga menyertakan jumlah pasien isoman yang hendak dibantu dengan angka yang beragam, bukan hanya satu, melainkan bisa mencapai tiga atau empat orang per surat. Sebab, selain mesti memikirkan bantuan yang disalurkan demi kebutuhan percepatan penanganan pasien, Dinsosnakertrans juga harus memperhatikan sisi akuntabilitas dari program itu.

"Karena permintaan yang banyak, jadi SPJ atau laporan pertanggung jawabannya jadi lemot di gandeng-gendong. Satu sisi permintaan banyak sementara di sisi lain yang kerepotan pasti dari pihak penyedianya. Itu pun juga sudah kita buat penambahan personel untuk validasi dan verifikasi data," tambah dia.

Bahkan, akibat itu pula sempat banyak keluhan soal bantuan makanan isoman tersebut, yakni berupa pengajuan permohonan bantuan yang tidak disetujui atau bahkan anggaran kepada pihak UMKM kuliner yang tergabung dalam Gandeng-Gendong yang belum cair.

"Tapi sekarang saya lihat sudah mulai lancar. Tren konfirmasi positif juga menurun, itu otomatis kebutuhan masyarakat untuk mengakses program ini semakin berkurang, maka layanan kami semakin cepat. Harapan kami program ini juga terus berlanjut karena memang sangat dibutuhkan oleh warga kami," ungkap dia.

"Anggarannya 19 ribu per boks dan per hari dua kali per orang. Beda dari awal yang tiga kali per hari satu orang. Itu disesuaikan dengan surat permohonannya."

Lurah Purwokinanti, Sugiharti mengatakan beberapa waktu lalu memang sempat mengakses program bantuan makanan. Hanya saja dalam perjalanannya terdapat banyak kendala yang dihadapi oleh berbagai pihak.

“Semenjak banyak yang isoman ditambah demgan kasus pegawai Dinsos banyak yang positif beberapa waktu lalu, jadi kami tidak akses lagi karena bnyak kendala," ungkapnya.