Sharp Borong Tiga Penghargaan JBBA dan SBBI 2026
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
Ilustrasi/Antara-Jojon
Harianjogja.com, JOGJA—Menteri Koordinator Maritim dan Investasi (Marives) Luhut Binsar Pandjaitan meminta DIY meningkatkan tracing sampai 1:15 atau satu orang positif di-tracing sampai ketemu sebanyak 15 orang. Namun DIY sulit menyanggupi karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM).
Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan tracing harian yang dilakukan di DIY berbeda-beda, bahkan pernah salah satu kabupaten yakni Bantul melakukan tracing 1:14. Namun secara umum tracing harian terkadang 1:4, terkadang 1:7. “Tapi rata-rata tracing bulanan 1:6,” kata Baskara Aji, Senin (9/8/2021).
BACA JUGA: Minta PPKM Dihentikan, Pedagang Angkringan Gugat Jokowi ke PTUN
Baskara Aji mmengatakan mungkin saja tracing dilakukan 1:15 orang sesuai permintaan Pemerintah Pusat, jika positivity rate di DIY di atas 15% karena jumlah tracing sangat tergantung angka positivity rate. Menurut dia, tracing di DIY sebenarnya lebih mudah karena biasanya penularan yang terjadi adalah klaster keluarga dan tetangga.
Namun, mantan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) DIY ini juga menyadari tracing belum bisa mencapai 1:15 karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM). Menurut Baskara Aji, petugas tracing dan vaksinator di DIY selama ini sama sehingga jika fokus pada tracing akan mengurangi jumlah vaksinator yang melakukan vaksinasi Covid-19. Demikian juga sebaliknya, fokus pada vaksinasi akan mengurangi jumlah petugas yang melakukan tracing.
“Termasuk layanan di puskesmas karena yang melakukan kan puskesmas [petugas tracing dan vaksinasi sama orangnya],” kata Baskara Aji.
Oleh karena itu, dia sudah minta bantuan tracing dari bintara polisi dan TNI untuk meningkatkan tracing.
Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih, sebelumnya juga mengatakan ketika orang yang diperiksa turun kemungkinan besar karena adanya kendala SDM. “Temanpteman puskesmas saat ini sudah klenger juga, ngerjain vaksin, tracing, testing, belum program rutinnya,” kata Berty.
Dalam rapat evaluasi testing dan tracing di 7 wilayah aglomerasi pada Sabtu, pekan lalu, Menteri Koordinator Marives Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan tujuan testing dan tracing adalah untuk menemukan kasus baru secara cepat sehingga mencegah penularan dan mempercepat dilakukan treatment untuk kesembuhan.
BACA JUGA: Percepat Vaksinasi, Pemda DIY Bentuk Satgas
Berdasarkan data testing sejak 1 Agustus 2021, lanjutnya, terjadi peningkatan jumlah testing terutama antigen. “Ke depan, tracing yang dilakukan TNI/Polri perlu tetap didorong meski dengan pencatatan manual terlebih dahulu sambil nanti perekrutan tenaga tambahan atau digital tracer untuk input ke SILACAK,” jelasnya.
Ia menambahkan pada hasil rapat sebelumnya, testing, tracing, vaksinasi serta penggunaan masker berpengaruh besar dan sangat penting terhadap pengendalian Corona Varian Delta. Luhut menegaskan perlu ditingkatkan sosialisasi secara masif.
Sementara, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi TNI/Polri yang bergerak cepat, terlihat dari jumlah akun tracer TNI/Polri selama 21 Juli - 7 Agustus 2021 terdapat penambahan dari dandim dan kapolres sebanyak 296 dengan tracer sebanyak 38.426 orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Sharp Electronics Indonesia kembali membuktikan konsistensinya sebagai salah satu merek elektronik terpercaya di Indonesia dengan meraih tiga penghargaan ber
OJK mencatat 42 perusahaan multifinance memiliki NPF bruto di atas 5% pada Juli 2026, naik dari 38 perusahaan pada Juni.
Antrean BBM mengular di SPBU Janti Bantul sejak 05.30 WIB. Warga memilih datang sebelum SPBU buka demi menghindari antrean panjang.
Kebakaran lahan terjadi di lereng Merapi Boyolali. Api diduga berasal dari pembakaran daun kering saat warga membersihkan lahan.
Gelombang tinggi hingga 4 meter melanda pantai selatan Cianjur. BPBD meminta nelayan dan wisatawan menjauhi pantai sementara.
SPPG Gebyok Selo Boyolali disetop setelah 34 siswa mengalami gejala diduga keracunan MBG. Tiga siswa menjalani rawat inap.