Advertisement
Tiga Selter UGM Ditetapkan Jadi RS Darurat Covid-19
Petugas menyiapkan fasilitas untuk isolasi pasien Covid-19 di University Club (UC) Hotel Universitas Gadjah Mada (UGM), Sleman, Rabu (14/7/2021). - Antara/Andreas Fitri Atmoko
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN—Tiga selter penanganan Covid-19 yang dikelola UGM, yaitu selter University Club, Wisma Kagama, dan Asrama Darmaputera Karanggayam, kini menjadi rumah sakit darurat untuk penanganan Covid-19 dengan nama RS Khusus Covid (RSKC) Gadjah Mada.
Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, Ade Febrina, mengatakan keputusan ini ditetapkan melalui Keputusan Gubernur DIY No. 219/KEP/2021 tentang Penetapan Rumah Sakit Lapangan/Darurat Penanganan Covid-19 DIY.
Advertisement
BACA JUGA: Kasus Covid-19 Harian di Bantul Turun Bukan karena Testing dan Tracing, tapi ...
Keputusan Gubernur menyebutkan bahwa penetapan rumah sakit darurat dilakukan menyusul meningkatnya jumlah pasien terinfeksi Covid-19 yang mengakibatkan rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 di DIY tidak mampu menampung pasien positif.
RSA UGM ditetapkan sebagai rumah sakit pengampu bagi RSKC Gadjah Mada. Ade menjelaskan RSKC Gajah Mada berupaya memberikan pelayanan secara gratis bagi pasien yang telah terkonfirmasi Covid-19 dengan gejala ringan hingga sedang atau tanpa gejala yang membutuhkan isolasi mandiri, namun tidak dapat melakukan isolasi mandiri di rumah atau di tempat lain.
RSKC Gadjah Mada dilengkapi fasilitas aplikasi self assessment yang digunakan pasien untuk melaporkan kondisi kesehatannya secara mandiri, dan terkoneksi dengan sistem di rumah sakit. Selain itu, dokter dan perawat dijadwalkan untuk melakukan pengecekan secara rutin.
Pasien yang dirawat di RSKC Gadjah Mada menerima sejumlah layanan, di antaranya fasilitas kamar serta makanan tiga kali dalam sehari, evaluasi klinis harian secara berkala, konsultasi dokter, juga obat-obatan.
“Kondisi harian pasien dapat dilaporkan melalui link assessment, dan apabila terjadi perburukan klinis dan membutuhkan penanganan khusus, pasien akan ditindaklanjuti untuk proses rujuk ke RSA UGM,” katanya, Rabu (11/8/2021).
Ia menegaskan RSKC Gadjah Mada melayani pasien dari kalangan masyarakat umum, tidak terbatas pada civitas UGM. Layanan ini diharapkan dapat membantu masyarakat untuk menerima penanganan kesehatan yang diperlukan. Kriteria pasien RSKC Gadjah Mada mengacu kepada SK Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/230/2021 tentang Pedoman Penyelenggaraan Rumah Sakit Lapangan/Rumah Sakit Darurat pada Masa Pandemi Covid-19.
BACA JUGA: PUPR Siapkan 33 RS Darurat Covid dan Tempat Isoman, DIY Terbanyak
Pasien yang memenuhi persyaratan sesuai pedoman tersebut dapat menghubungi Call Center RSKC Gadjah Mada di 081229208880 melalui sambungan telepon maupun pesan pada aplikasi Whatsapp untuk menerima informasi terkait alur layanan dan tautan pendaftaran.
Pasien juga disarankan untuk melakukan pemeriksaan lengkap di RSA UGM atau Rumah Sakit Rujukan Covid-19 lainnya, atau melakukan pemeriksaan awal langsung ke RSKC Gadjah Mada yang berlokasi di University Club (UC) UGM. “Call centre RSKC Gadjah Mada siap melayani 24 jam untuk memberikan info alur pelayanan dan link pendaftaran,” kata dia.
Protokol kesehatan harus senantiasa dipatuhi selama pandemi Covid-19 belum berlalu. Semua warga masyarakat wajib memakai masker, apabila diperlukan memakai masker dobel, saat keluar rumah, rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, hingga menghindari kerumunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Dalam Sepekan Sulawesi Utara Diguncang Puluhan Gempa, Ini Polanya
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Warga Mantrijeron Titip Motor Saat Mudik Malah Dicuri Tetangga Sendiri
- Puskesmas Tak Mampu, Damkar Lepas Cincin Bocah di Kulonprogo
- Cegah Gagal Panen, Bantul Perkuat Irigasi dengan 5.000 Pompa
- THR Gunungkidul Aman, Tak Ada Aduan Masuk hingga Posko Ditutup
- Leptospirosis Gunungkidul Makan Korban, Petani Diminta Hati-hati
Advertisement
Advertisement








