Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Inspektur Inspektorat DIY, Wiyos Santoso (dua dari kiri) menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada Kepala Dusun Ledok Bolawen, Prasetyo, Jumat (14/8/2021)./Istimewa
Harianjogja.com, SLEMAN—Di masa pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), banyak masyarakat terdampak secara ekonomi. Merespons hal ini, Inspektorat DIY turut membantu meringankan beban masyarakat terdampak dengan penyaluran bantuan sosial.
Program Inspektorat DIY Berbagi merupakan kebijakan Inspektur Inspektorat DIY, Wiyos Santoso untuk ikut meringankan beban warga di sekitar yang terdampak Covid-19. Kegiatan berlangsung Jumat (14/8/2021) dengan penyaluran 80 paket sembako kepada warga di Dusun Ledok Bolawen, Kalurahan Tlogodadi, Kapanewon Mlati.
Sekretaris Inspektorat DIY, Yudi Ismono mengatakan penyaluran bantuan ini merupakan salah satu kegiatan sosial yang dilakukan oleh Inspektorat DIY. Pada kondisi normal, kegiatan sosial biasanya ditujukan ke panti jompo atau pihak yang membutuhkan. “Kali ini karena posisinya pandemi, maka kami mencoba membantu keluarga miskin di Dusun Ledok Bolawen,” katanya, Sabtu (14/8/2021).
Bantuan sosial bersumber dari iuran dari gaji karyawan Inspektorat DIY yang diambil 2,5%. Bantuan berupa sembako masing-masing senilai Rp150.000. Penyaluran ini menjadi kegiatan pertama Inspektorat DIY Berbagi yang telah diprogramkan untuk tiga bulan ke depan.
Adapun pemilihan warga Ledok Bolawen yakni karena merupakan lingkungan terdekat dengan Kantor Inspektorat DIY. “Ibaratnya orang Jawa nitipke awak kepada masyarakat sekitar. Karena dikepung tiga dusun, yang berikutnya akan kami distribusikan ke dusun yang lain lagi,” katanya.
Penerima merupakan warga miskin yang telah didata oleh kepala dusun setempat sehingga bantuan dapat diterima oleh mereka yang memang membutuhkan. Pada tahap selanjutnya Inspektorat DIY juga menyasar kepada karyawan outsourcing, tukang becak dan pedagang pasar.
Dalam penyaluran sembako, Inspektorat DIY tidak menyerahkannya kepada pejabat setempat tetapi langsung mendatangi rumah penerima untuk melihat langsung kondisi mereka sekaligus memastikan mereka layak untuk menerima bantuan.
Ia menuturkan kegiatan sosial ini diperlukan sebagai wujud saling membantu, khususnya dari aparatur sipil negara (ASN) yang tidak terdampak pandemi dengan tetap bisa bekerja dan menerima gaji utuh, kepada masyarakat yang terdampak secara ekonomi.
Kepala Dusun Ledok Bolawen, Prasetyo Santoso mengatakan warganya banyak yang berdampak secara ekonomi, seperti terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan lainnya. “Kami berterima kasih kepada Inspektorat DIY, berapapun jumlahnya bantuan ini bisa meringankan beban warga terdampak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.
Pendapatan transfer DIY turun Rp583,77 miliar pada perubahan APBD 2026. DPRD meminta PAD diperkuat tanpa menambah beban masyarakat.
Muse AI mencatat 1,8 juta unduhan di AS dan Kanada dalam 12 hari, melampaui ChatGPT. Ini fitur fleksibilitas, keamanan, dan kapabilitasnya.