Tiga Tahapan Harus Dilalui Sebelum Stasiun Bandara YIA Bisa Dioperasikan

Sejumlah PT KAI (Persero) saat sedang melakukan uji coba jalur rel KA Bandara YIA dengan menggunakan kereta diesel beberapa waktu lalu. - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo
15 Agustus 2021 16:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- PT Angkasa Pura I (Persero) Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) mendukung penuh berbagai persiapan yang dilakukan terkait layanan Kereta Api (KA) Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), sebagai salah satu proyek strategis nasional.

PTS General Manager Bandara Internasional Yogyakarta Agus Pandu Purnama mengatakan salah satunya adalah tiga tahapan yang harus dilalui oleh stasiun KA Bandara YIA sebelum bisa dioperasikan secara sempurna. Tiga tahap yang akan dilaksanakan setelah proses pengujian selesai untuk KA Bandara YIA, yaitu tahap commissioning, yang direncanakan pada tanggal 17 hingga 31 Agustus 2021.

"Tahap ini dilakukan dengan skema Perjalanan Luar Biasa (PLB) KRDE tanpa penumpang, atau penumpang tertentu untuk keperluan teknis. Tujuan tahap ini adalah untuk setting parameter, integrasi sistem memastikan kesiapan prasarana dan sarana yang digunakan," ujar Agus Pandu pada Minggu (15/8/2021).

Baca juga: Peron KA Berkapasitas 200 Orang di Bandara YIA Selesai Dibangun

Tahapan selanjutnya adalah tahap trial and run, yang dilakukan PLB KRDE dengan penumpang terbatas atau undangan. Jadwal pengoperasian KA pada tahap ini disesuaikan dengan jadwal penerbangan di Bandara Yogyakarta International Airport.

"Tujuan tahap ini adalah untuk sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terkait pola operasi, misalnya jam keberangkatan; stasiun pemberhentian; ticketing system; dan pelayanan lainnya serta persiapan akhir menuju waktu pengoperasian secara komersial," kata Agus Pandu.

Lebih lanjut, tahapan ketiga adalah tahap operasional komersial atau pelayanan, yaitu KA Bandara YIA beroperasi melayani masyarakat
dengan berbayar. Agus Pandu mengklaim dengan hadirnya KA Bandara, YIA memiliki tambahan aksesibilitas, sehingga calon penumpang memiliki alternatif moda transportasi dengan jarak tempuh yang lebih cepat.

Baca juga: Pembobolan ATM di Minimarket Mertoyudan Terungkap, Pelakunya 2 Pengemudi Taksi Online

"Angkasa Pura I sangat mengapresiasi atas dibangunnya KA Bandara YIA. Pembangunan ini pula merupakan bukti nyata adanya sinergi yang kuat dalam penyelenggaraan kemudahan aksesibilitas bagi masyarakat," sambung Agus Pandu.

Sebagai informasi, KA Bandara YIA nantinya akan berhenti di tiga stasiun pelayanan, yaitu Stasiun Tugu Yogyakarta, Stasiun Wates, dan Stasiun KA Bandara YIA. Dengan bertambahnya layanan moda transportasi nantinya berupa kereta api bandara, YIA menjadi bandara dengan posisi strategis yang memiliki konektivitas dan moda transportasi yang lengkap.

Dengan semakin lengkapnya transportasi intermoda pendukung yang terintegrasi (kereta api bandara, shuttle bus, dan angkutan darat lainnya), YIA dapat menjadi bandara yang mampu mengakomodir kebutuhan transportasi dengan konektivitas tidak hanya di wilayah Yogyakarta, namun juga sampai wilayah Jawa Tengah dan Jawa bagian Selatan (Cilacap, Purwokerto, Kebumen dan Banjarnegara).

“YIA memberi dukungan penuh pada setiap proses dan tahapan persiapan KA Bandara YIA. Hal ini dilakukan sebagai perwujudan pelayanan prima, dengan memprioritaskan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa," kata Agus Pandu.

"Terkait waktu pengoperasian dan peresmian KA Bandara YIA, kami siap mengikuti arahan dan keputusan resmi Pemerintah, serta menyerahkan sepenuhnya kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Kami akan terus melakukan koordinasi dengan seluruh instansi terkait demi kelancaran seluruh persiapan KA Bandara YIA,” sambung Agus Pandu.

Saat ini, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan tengah fokus melakukan pengujian KA Bandara YIA. Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, sebelum dioperasikan, harus dilakukan pengujian, baik sarana maupun prasarana.

"Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa apa yang sudah dibangun dan apa yang akan dioperasikan telah memenuhi standar tertentu, sehingga laik dan layak operasi agar keselamatan perkeretaapian bisa terjamin," ujar Agus Pandu

Pengujian sarana terbatas atau tanpa penumpang pada jalur ganda telah dilakukan sejak tanggal 19 Juli 2021 lalu, pada jalur hilir dengan mengoperasikan KRDE, rangkaian KLB Balas, dan juga uji coba lokomotif diesel, serta pengujian fasilitas operasional, dan safety assessment.

“Uji coba sejak tanggal 19 Juli 2021 sampai dengan saat ini melibatkan semua unsur terkait antara lain tim penguji dari Balai Pengujian Perkeretaapian, tim dari Direktorat Teknis terkait di DJKA, Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah, Kontraktor, Konsultan, PT Kereta Api Indonesia (Persero), dan PT Angkasa Pura I (Persero) sebagai pengelola bandara," terang Agus Pandu.