Perumda Air Minum Tirta Projotomansari Selalu Berinovasi & Menyiapkan Program Baru

Direktur Perumda Air Minum Tirta Projotomansari, Arinto Hendro Budiantoro - Harian Jogja/Jumali
18 Agustus 2021 08:37 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL-Sempat bernama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Bantul saat berdiri pada 1990 berdasar Perda Bantul No.11/1990, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Projotomansari terus melakukan inovasi program dan pelayanan.

Salah satunya adalah dengan upaya untuk membuka kantor pelayanan di setiap kapanewon dan kalurahan yang ada di Bantul. Pembukaan kantor pelayanan ini sesuai dengan amanah dari Perda No.3/2020 tentang Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Projotamansari.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Projotomansari, Arinto Hendro Budiantoro mengatakan meski saat ini baru 20% cakupan perpipaan baru dipenuhi oleh perusahaan yang dipimpinnya, namun sejumlah usaha upaya telah dilakukan untuk meningkatkan pelayanan. Salah satunya dengan meningkatkan target jumlah sambungan perpipaan setiap tahun.

“Kami targetkan tiap tahun ada penambahan sekitar 2.000 sampai 3.000 sambungan baru. Pada 2020 kami berhasil mencapai 3.085 sambungan baru,” kata Arinto saat ditemui, Sabtu (14/8/2021).

Untuk mencapai target 3.000 sambungan baru setiap tahun tidak semudah membalikkan telapak tangan. Arinto menilai butuh kerja keras dari semua pihak agar target ini tercapai. “Kuncinya ada di internal kami. Bagaimana membuat internal lebih bersemangat dalam bekerja. Selain itu, kami cukup banyak melakukan koordinasi dan komunikasi dengan sejumlah pihak, salah satunya Komisi B DPRD Bantul yang menjadi mitra kami,” kata Arinto.

Meski berhasil menambah banyak sambungan baru pada 2020, capaian itu tak membuat Perumda Air Minum Tirta Projotamansari berhenti melakukan inovasi dan meluncurkan program baru. Pada 2022, Perumda Air Minum Tirta Projotamansari tetap mengejar tambahan sambungan baru sebanyak 2.000 rumah. Selain itu, ada program sambungan baru gratis untuk masyarakat berpenghasilan rendah.

“Yang jelas harus memenuhi persyaratan yang ada. Untuk sambungan bagi warga berpenghasilan rendah, salah satu syaratnya adalah listrik di bawah 1.300 watt,” katanya.

Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Projotamansari memiliki inovasi dengan menyiapkan air minum siap minum langsung dari keran. Hanya dengan membuka keran dari saluran air di kompleks Perumda Air Minum Tirto Projotamansari, air langsung dapat dikonsumsi. “Untuk tahap awal baru ada di kompleks perkantoran kami. Tetapi ke depan akan kami coba hadirkan di tempat umum,” kata Arinto.

Di sisi lain, adanya pandemi Covid-19 yang muncul sejak 2020 dan tidak diketahui kapan berakhir, diakui oleh Arinto, berdampak cukup banyak terhadap sejumlah program lain yang akan direalisasikan tahun depan. Sebab, dengan perubahan status dari PDAM menjadi Perumda maka memberi dampak kepada fungsi dari perusahaan yang dipimpinnya.

“Tidak hanya memberikan layanan umum, tetapi kami juga harus ikut menggerakkan roda perekonomian daerah,” ucap Arinto