SMA dan SMK di Perbatasan Gunungkidul Kekurangan Siswa
Sejumlah SMA dan SMK negeri di wilayah pinggiran Gunungkidul masih kekurangan siswa baru setelah SPMB 2026/2027 selesai diumumkan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Dinas Kesehatan Gunungkidul terus mengawasi kesehatan anggota pasukan pengibar bendera (Paskibra) yang dinyatakan terpapar Covid-19. Total ada 23 siswa yang dinyatakan positif dan empat di antaranya menjalani perawatan di RSUD Wonosari.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, terus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga terkait dengan kondisi 23 anggota paskibra yang dinyatakan positif corona. Ia mengungkapkan, pada saat ini kondisinya baik semua. “Memang ada yang dirawat di rumah sakit empat anak, tapi secara keseluruhan kondisinya baik,” kata Dewi, Jumat (20/8/2021).
Dia mengungkapkan, pemantauan dilakukan secara situasional dengan melibatkan petugas puskesmas. “Bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Yang jelas, terus diawasi sehingga kesehatannya terpantau dengan baik,” ungkapnya.
Dewi belum bisa memastikan penyebab terjadinya penularan. Meski demikian, ia menduga kemungkinan penularan yang terjadi antar petugas saat berada di lokasi karantina. Meski tidak anggota paskibra tidak boleh keluar masuk, tetapi ada petugas yang keluar masuk lokasi setiap harinya.
“Memang tidak boleh keluar tapi ada yang melayani. Misalnya yang bersihkan ruangan, menyediakan makan dan petuas ini keluar masuk dari lokasi karantina,” katanya.
Baca juga: Jukir Pasar Beringharjo Meninggal Dunia Setelah Terjatuh
Dewi mengakui, tracing telah dilakukan. Total ada 72 anggota paskibra. Jumlah ini ditambah pendamping dan pelatih sebanyak 25 orang. “Berhubung satu asrama maka semua dilakukan pengetesan,” katanya.
Pelaksana Tugas Kepala Disdikpora Gunungkidul, Ali Ridlo meralat jumlah anggota paskibra yang terpapar virus corona. Pada awalnya, ia mengungkapkan ada 20 anak, namun setelah dilakukan pengecekan ulang berdasarkan nama dan alamat lengkap maka jumlahnya ada 23 anak yang dinyatakan positif.
Menurut dia, empat anak sedang dirawat di RSUD Wonosari. Sedangkan sisanya sebanyak 19 anak menjalani isolasi mandiri karena masuk dalam kategori tanpa gejala. “Masih menjalani isolasi dan setelah lima hari akan dites ulang. Mudah-mudahan hasilnya baik dan anggota paskibra bisa segera sembuh,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah SMA dan SMK negeri di wilayah pinggiran Gunungkidul masih kekurangan siswa baru setelah SPMB 2026/2027 selesai diumumkan.
Penembakan di Ohio menewaskan seorang polisi, dua korban, dan tersangka. Dua petugas serta seekor anjing polisi juga mengalami luka.
Pembangunan PJU Sleman 2026 belum dimulai. Dishub masih menunggu hasil review kontrak Kejaksaan sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan.
Hyundai Motor Group menyiapkan investasi Rp494 triliun untuk membangun ekosistem AI, kendaraan listrik, dan mobilitas masa depan di Korea Selatan.
Wali korban dugaan penganiayaan di Daycare Little Aresha meminta Polresta Jogja menuntaskan penyidikan dan menjerat pengurus yayasan yang masih berstatus saksi.
Polri mengungkap dugaan korupsi pasokan batu bara PLTU periode 2018-2026 dengan potensi kerugian negara dan perekonomian mencapai Rp5 triliun.