Uji Coba WFO 6 Perusahaan di DIY Sukses

Spanduk aturan penggunaan masker dipasang di depan gerbang Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (Pasty) di Mantrijeron, Jogja, Jumat (29/05/2020). - JIBI/Desi Suryanto
23 Agustus 2021 06:37 WIB M Faisal Nur Ikhsan Jogja Share :

Harrianjogja.com, JOGJA – Uji coba penerapan Work From Office (WFO) atau bekerja dari kantor pada enam perusahaan esensial di DIY dinilai berhasil. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan, dalam Rapat Evaluasi Penerapan Protokol Kesehatan Sektor Industri, Sabtu (21/8/2021).

Ada enam perusahaan yang telah beroperasi secara penuh sejak 17 Agustus kemarin. Seperti dikutip dari jogjaprov.go.id, keenam perusahaan tersebut adalah Karya Hidup Sentosa atau Quick Tractor di Kulonprogo, Eagle Glove Indonesia, Lezax Nesia Jaya, Kusuma Sandang Mekarjaya, Dhanar Mas Concern, dan Setiaji Mandiri yang keempatnya berlokasi di Kabupaten Sleman.

Kadarmanta Baskara Aji, Sekretaris Daerah DIY menyebutkan bahwa dengan keberhasilan tersebut, Gubernur DIY mengusulkan pemerintah pusat untuk menambah kuota uji coba kebijakan WFO.

“Empat perusahaan yang diusulkan dinilai siap, dalam arti siap secara peralatan, protokol kesehatannya, maupun jumlah persentase karyawan yang telah divaksin,” jelas Aji.

Aji menambahkan bahwa tidak semua perusahaan di DIY bisa mengajukan uji coba penerapan WFO 100 persen. Ada sejumlah syarat dari Kementerian Perindustrian yang mesti dipenuhi terlebih dahulu. “Perusahaan atau industri yang ditunjuk sebagai pilot project itu yang ada kegiatan ekspornya dan sesuai persyaratan Kementerian,” tambahnya.

Pada perkembangan lainnya, di hari yang sama, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan ke DIY

Situasi penanganan Covid-19 di DIY Yogyakarta per 21 Agustus 2021./Kemenkes

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengimbau pemerintah daerah di DI Yogyakarta untuk meningkatkan kegiatan Tracing. “Tugas kita adalah harus banyak melaksanakan tracing kontak erat,” jelas Hadi. Menurutnya, hingga saat ini, proses tracing rata-rata hanya dilakukan kepada 2-3 orang kontak erat. Diharapkan, proses tersebut dapat ditingkatkan hingga 6-8 orang untuk tiap kasus Covid-19 yang terkonfirmasi.

Sementara itu, Menteri Kesehatan RI menyebut bahwa tren kasus Covid-19 di DIY telah mengalami penurunan. Meskipun demikian, keberadaan virus corona diperkirakan masih bertahan cukup lama untuk hidup di lingkungan sekitar.

Oleh karena itu, Budi berharap agar proses testing dan tracing dapat terus dilakukan pemerintah daerah di DIY. “Kalau misalnya ada yang sakit, keluarganya segera dilaporkan ke Puskesmas. Itu bagian dari tracing atau pelacakan, supaya bisa dites,” tambahnya.

 

Sumber : JIBI/Bisnis.com