Pengawasan Pelancong Malioboro Dimulai dari Kedatangan Bus

Kawasan Malioboro tampak lengang pada Sabtu (21/8/2021). - Harian Jogja/Yosef Leon
23 Agustus 2021 13:47 WIB Yosef Leon Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Pemkot Jogja sudah ancang-ancang wisata tengah kota bakal dibuka begitu PPKM berakhir. Kota Gudeg menetapkan Malioboro sebagai kawasan wajib masker dan vaksin. Durasi kunjung bagi wisatawan juga dibatasi selama dua jam. Kedatangan bus pariwisata dibuat terpusat melalui satu pintu.  Berikut laporan wartawan Harian Jogja Yosef Leon.

Malioboro lengang pada akhir pekan ketiga Agustus. Tak banyak aktivitas ekonomi terlihat, kecuali lalu lalang kendaraan yang sekadar melintas di jantung Kota Jogja itu. Para pedagang pun tak lagi sibuk melayani pertanyaan pengunjung atau menawarkan dagangan. Orang yang melintas di kawasan melancong favorit itu bahkan bisa dihitung jari.

BACA JUGA: Anggota DPRD Bantul Dipukul hingga Berdarah Saat Melerai Tetangga Bertengkar! Massa Kepung Polsek

Pelang penanda Jalan Malioboro yang terletak di ujung utara kawasan itu masih terlihat sama. Tiang ikonik bercat hijau dibubuhi aksara Jawa dengan arti yang sama itu masih berdiri. Bedanya hanya tak lagi ada antrean wisatawan bergerombol hendak mengabadikan momen berada di jalan legendaris itu.

Malioboro terlihat kehilangan gairah sejak penerapan PPKM Darurat hingga level berjenjang yang diterapkan pemerintah. Demi menekan kasus sebaran Covid-19 yang terus melonjak, pariwisata mesti ditutup. Meski telah ada pelonggaran aktivitas dan penyekatan, Malioboro belum pulih sepenuhnya. Tak ayal, Pemkot Jogja pun mulai mewacanakan kebijakan baru untuk membuat sektor wisata dan ekonomi kreatif jalan berdampingan di masa pandemi ini.

Kepala UPT Cagar Budaya Ekwanto mengatakan sebagai kawasan yang paling terkenal seantero Jogja, Malioboro selalu menjadi magnet bagi para wisatawan. Jika sewaktu-waktu PPKM berakhir, pariwisata dibuka, dan pandemi Covid-19 mulai terkendali, jawatannya telah menyiapkan skema khusus bagi pengunjung di kawasan itu.

Skema kunjungan ke Malioboro bagi wisatawan luar daerah bahkan mulai diawasi dari titik kedatangan. Bus pariwisata yang mengangkut para penumpang rencananya bakal terlebih dahulu masuk melalui terminal Giwangan. Petugas akan memeriksa kelengkapan kartu vaksin, surat bebas Covid-19 dan lain sebagainya. Setelah lengkap, bus akan dipandu ke taman parkir Abubakar Ali.

"Jadi mulai bus masuk akan kami batasi tiga jam maksimal, kemudian pengunjungnya kami batasi hanya dua jam," kata Ekwanto.

Perbedaan durasi kunjung antara bus dan wisatawan ini cukup beralasan. Sebab, menurut dia antrean pengunjung dan bus yang ditumpangi kerap kali menyebabkan kerumunan dan bertebaran dengan bus pariwisata baru yang akan masuk. Dengan durasi bus yang lumayan panjang, diharapkan tidak menyebabkan kepadatan di taman parkir itu.

Khusus bagi pengunjung, UPT Cagar Budaya bakal dibantu dengan tim khusus yang bakal memantau durasi kunjungan para wisatawan. Sekitar 15 menit atau 10 menit sebelum waktu kunjungan habis, wisatawan akan dikirimi pesan via aplikasi Whatsapp yang mengingatkan bahwa waktu kunjung telah habis dan mereka dipersilakan melanjutkan kunjungan ke destinasi wisata lain.

“Kalau belum keluar, dia akan dikirimi pesan terus sampai merasa risih. Kemudian, misalnya wisatawan telah keluar tapi masih dikirim pesan, nanti ada operator khusus yang akan mengurus. Akan ada tandanya kalau misal kelupaan, kalau enggak akan dikirim pesan terus,” kata dia.

Ekwanto menyebut sedikitnya 40 personel Jogoboro bakal dilibatkan saat Malioboro telah kembali dibuka. Selain itu, akan ada pula tambahan dari personel lain semisal Satpol PP, kemantren, kepolisian, dan lain sebagainya. Petugas ini akan mengecek kelengkapan pengunjung berupa surat keterangan bebas Covid-19 dan juga kartu vaksin, selain dari pengunjung yang menggunakan bus pariwisata.

BACA JUGA: Sempat Bikin Deddy Corbuzier Nyaris Meninggal, Apa itu Badai Sitokin & Gejalanya?

"Untuk vaksin akan kami cek juga kepada pengunjung, kalau belum nanti akan diarahkan ke KAI karena ini kerja sama juga dengan mereka. Kalau yang pakai kendaraan pribadi dan yang lain nanti pengecekan dimulai di pintu masuk dan akan ada penjaganya. Seperti pembatasan yang dulu awal pandemi. Pastinya penjagaan akan dilakukan maksimal karena Malioboro punya 11 pintu masuk,” jelas dia.

Wakil Wali Kota Jogja, Heroe Poerwadi, mengatakan upaya menurunkan kasus Covid-19 dan penanganannya mesti dilakukan beriringan dengan persiapan pemulihan pada sektor ekonomi. “Sebagaimana yang telah dideklarasikan, bahwa pengunjung yang masuk ke kawasan Tugu, Malioboro, dan Kraton wajib masker dan vaksin,” katanya.

Pemkot telah menggandeng beberapa instansi terkait semisal Kodim dan Polresta, maupun pelaku pariwisata. "Secara informal ide itu sudah dilakukan diskusi dengan semua pihak, juga sudah disepakati tentang bagaimana tata cara untuk menjaga agar kondisi pariwisata segera pulih, ekonomi bangkit, tetapi protokol kesehatan dipatuhi semua pihak," imbuhnya.