Advertisement

Simak! Pengunjung Restoran dan Warung Makan di DIY Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi

Ujang Hasanudin
Senin, 23 Agustus 2021 - 20:37 WIB
Nina Atmasari
Simak! Pengunjung Restoran dan Warung Makan di DIY Wajib Gunakan Aplikasi PeduliLindungi Foto ilustrasi. - ANTARA FOTO/Rahmad

Advertisement

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY menyatakan akan memberi kelonggaran bagi pelaku usaha khususnya mal, restoran, warung makan, pedagang kaki lima (PKL) hingga angkringan untuk membuka usahanya dengan catatan wajib menyediakan aplikasi PeduliLindungi.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan kewajiban untuk mengunduh aplikasi PeduliLindungi tersebut untuk mengetahui seseorang apakah sudah divaksin atau belum, sudah menjalani tes PCR atau belum, dan masih menjalani isolasi atau tidak.

“Itu yang akan dipergunakan dengan cara kita men-scan terhadap aplikasi ada barcode,” kata Baskara Aji, seusai menggelar rapat secara daring dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, di Kompleks Kepatihan, Senin (23/8/2021).

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

Baca juga: PPKM Diperpanjang Hingga 30 Agustus, Jawa-Bali Level 3

Namun kelonggaran tersebut belum bisa diterapkan dalam waktu dekat, karena membutuhkan sosialisasi terlebih dahulu. “Diminta rembukan dengan asosiasinya makanakala kesiapan nantinya siap tapi belum diputuskan kelonggaran mal dan restoran, warteg, angkringan dan sebagainya,” ucap Baskara Aji.

Meski ada kelonggaran bagi pelaku usaha mal, Baskara Aji melanjutkan, sampai saat ini belum ada satupun mal di DIY yang diizinkan untuk buka seperti di daerah lainnya. Akan tetapi untuk restoran dan rumah makan serta sejenisnya sudah buka dengan pembatasan dan kelonggaran. Misalnya dari kapsitas 25 persen pengunjung menjadi 50%.

PPKM di DIY diakui Baskara Aji sejauh ini cukup efektif untuk menurunkan kasus aktif dan angka meninggal dunia karena Covid-19. “PPKM yang kita laksanakan cukup efektif karena tingkat kematian berkurang, kesembuhan tinggi, bor [Bed Occupancy Rate atau keterisian tempat tidur di rumah sakit] turun, rerata positif turun,” kata Baskara Aji.

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

BKKBN DIY Gelar Wisuda Ratusan Lansia

Jogjapolitan | 13 hours ago

Advertisement

Berita Pilihan

Advertisement

alt

Airlangga-Puan, Dua Tokoh Bakal Capres Direncanakan Bertemu Pekan Depan

News
| Rabu, 28 September 2022, 10:07 WIB

Advertisement

alt

Suka Liburan, Yuk Patuhi 5 Etika Saat Berwisata

Wisata
| Senin, 26 September 2022, 22:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement