Sleman Mulai Uji Coba Pembukaan Mal

Petugas kemanaan Sleman City Hall (SCH), Rizky meminta pengunjung untuk melakukan scan QR di aplikasi peduli lindungi sebelum masuk mall, Selasa (24/8/2021) - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
24 Agustus 2021 22:07 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Pemerintah Kabupaten Sleman melakukan uji coba operasional mal dan pusat perbelanjaan usai perpanjangan PPKM Level 4. Uji coba dimulai 24 hingga 30 Agustus mendatang.

Sekda Sleman Harda Kiswaya mengatakan izin uji coba pembukaan mal dan pusat perbelanjaan pada perpanjangan PPKM Level 4 diberikan setelah Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo pada 22 Agustus lalu berkirim surat ke pemerintah pusat. Surat yang ditujukan ke Menko Marivest Luhut Binsar Panjaitan tersebut berisi sejumlah pertimbangan terkait operasional mal dan pusat perbelanjaan.

Dalam surat tersebut, bupati salah satunya menyampaikan capaian vaksinasi Covid-19 yang dilakukan seluruh karyawan yang bekerja di mall. Dari sebanyak lima mal baik Ambarukmo Plaza, Hartono Mall, Sleman City Hall, Jogja City Mall maupun TransMart, tercatat sebanyak 9.318 karyawan di mana 99% atau 9.290 karyawan sudah mendapatkan vaksin.

Selain itu, lanjut Harda, penerapan dan sarana prasarana protokol kesehatan di seluruh mal juga dinilai memenuhi syarat. Masing-masing mal juga dilengkapi dengan Satgas Covid-19 sehingga jika ditemukan pengunjung yang bergejala langsung akan ditangani.

"Jadi sebelum uji coba, kami sudah melakukan survey dan pengecekan ke masing-masing mal. Setelah itu bupati berkirim surat ke pusat. Alhamdulillah, langsung direspon Sleman bisa buka mal," kata Harda kepada wartawan, Selasa (24/8/2021).

Baca juga: Tak Punya Mal, Bantul Hanya Uji Coba Penerapan Aplikasi PeduliLindungi

Selama uji coba, katanya, kapasitas kunjungan ke mal hanya 25% dengan sejumlah aturan. Misalnya anak usia di bawah 12 tahun dan lansia di atas usia 70 tahun masih tidak dibolehkan masuk ke mal. "Syarat lainnya, pengunjung menunjukkan kartu vaksin. Satgas Covid-19 di sini penting untuk memonitor seluruh pengunjung," katanya.

Dia berharap agar pengelola mal dan pusat perbelanjaan untuk bertanggungjawab untuk memonitor uji coba ini. Semua gerai boleh dibuka kecuali sarana hiburan seperti bioskop dan permainan anak tidak boleh beroperasi. "Untuk pengawasan kapasitas pengunjung, ini membutuhkan kejujuran pengelola mal. Harus sesuai aturan, kalau tidak ya kami akan tindak," katanya.

Bupati Sleman Kustini mengatakan, uji coba pembukaan mal telah dilakukan melalui berbagai pertimbangan yang matang. Setiap mal dan pusat perbelanjaan diwajibkan melengkapi alat cek suhu, fasilitas cuci tangan. hand sanitizer di setiap pintu masuk dan skenario pengaturan jaga jarak di setiap gerai dan tenant.

"Kami berharap dengan adanya kelonggaran ini tidak membuat peningkatan kasus covid-19 di Sleman. Karyawan yang dirumahkan bisa kerja kembali dan UMKM bisa memasarkan produknya kembali," kata Kustini.

Terpisah, Public Relations Sleman City Hall Uray Dewi menyambut baik kebijakan pemerintah tersebut. Menurutnya kebijakan tersebut merupakan angin segar bagi industri khususnya retail untuk bersama-sama bangkit dan memulihkan perekonomian. "Tentu saja terdapat penyesuaian kebijakan mal bagi pengunjung yang ingin berbelanja di SCH. Kami juga melakukan penyesuaian dengan kapasitas pengujung 50% dan untuk tenant F&B tidak diperkenankan untuk dine in," katanya.

Pengunjung yang memasuki mal, katanya, wajib untuk melakukan scan QR di aplikasi peduli lindungi. Pengunjung yang diperbolehkan masuk adalah pengunjung yang telah melakukan vaksin minimal dosis 1. "Selain itu, petugas kami akan selalu siap dan stand by di seluruh pintu masuk dan pintu keluar untuk membantu pengujung. Kami juga memperketat protokol kesehatan guna menjamin kenyaman dan keamanan pengunjung selama berbelanja di SCH," katanya.