Ditantang Camping di Pesanggrahan Taman Siswa Kaliurang, Begini Tanggapan Warganet

Unggahan tentang Pesanggrahan Taman Siswa Kaliurang. - Ist/tangkapan layar
24 Agustus 2021 22:56 WIB Nina Atmasari Sleman Share :

Harianjogja.com, JOGJA-- Kaliurang dikenal sebagai kawasan wisata pegunungan di Sleman. Di kawasan ini terdapat banyak tempat penginapan dengan berbagai model.

Salah satu bangunan yang menarik di kawasan Kaliurang adalah pesanggrahan Sarjanawiyata Taman Siswa. Bangunan ini berupa rumah tua yang sudah tidak terpakai. Lokasinya berada persis di samping kawasan wisata Kaliurang goa Jepang.

Terlihat dari luar, rumah ini tampak menyeramkan dan sangat tidak terawat dengan banyaknya pohon-pohon serta rumput-rumput tinggi. Bentuk bangunannya bergaya kuno dengan dindingnya berwarna putih yang sudah memudar.

Baru-baru ini, ada gurauan tentang bangunan tua tersebut. Akun twitter @merapi_uncover melontarkan gurauan mengajak camping di lokasi tersebut.

"Misal ada agenda camping ceria disini ada yang mau ikut gabung???
NgeCamp disini Asyik ya kayaknya..," tulis akun tersebut, Sabtu (21/8/2021) sambil menambahkan emoji tertawa terbahak-bahak.

Bersama gurauan itu juga diunggah foto Villa Putih, Pesanggrahan Taman Siswa Kaliurang.

Rupanya, gurauan itu dianggap menarik. Sedikitnya 50 warganet menanggapinya.

Mayoritas warganet mengungkapkan penolakan karena alasan takut dengan hal mistisnya.

Salah satunya adalah @DavidMultazam. "Boro-boro, pernah pas sore mau maghrib lewat ngarepan wae wis mrinding," tulisnya.

"Seram :)," tambah akun @kenhadiwidjaja.

"Uji nyali," tulis @iamvsmymind.

Dikutip dari Starjogja.com, rumah tua ini ternyata rumah peninggalan Belanda.

“Iya ini rumah peninggalan Belanda, trus setelah belanda menyerah jadi milik kerajaan Ngayogyakarta,” ujar Kisman juru kunci bangunan tersebut, Selasa 30 Oktober 2018.

Rumah tua ini memiliki nama pesanggrahan Sarjanawiyata Taman Siswa. Karena setelah berpindah tangan rumah tua ini dulunya jadi tempat berkumpulnya para mahasiswa Universitas Sarjanawiyata.

“Rumah ini dulunya untuk mahasiswa berkumpul, berdiskusi, tapi setelah erupsi Merapi pada tahun 1994 jadi gak digunakan lagi,” ujarnya.

Saat ini rumah tua yang terkesan angker ini malah banyak dikunjungi orang-orang pada hari libur untuk sekedar mengisi feeds instagram dengan kesan yang horror.