Jalan Menuju Wisata Pantai Glagah Tertutup Pasir, Pelaku Wisata Swadaya Bersih-bersih

Pelaku wisata di kawasan pantai Glagah, Bhabinkamtibmas, maupun Babinsa memperbaiki jalan wisata yang berada di selatan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) karena tertutup pasir pada Rabu (25/8/2021). - Ist/ dok Pelaku Wisata Pantai Glagah
26 Agustus 2021 03:17 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO-- Pelaku wisata yang ada di kawasan pantai Glagah, Kapanewon Temon, Kulonprogo mengeluhkan soal jalan wisata yang berada di selatan Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) karena tertutup pasir. Perbaikan jalan diharapkan oleh sejumlah pelaku wisata agar akses menuju ke lokasi wisata menjadi lebih mudah.

Salah satu pelaku wisata kawasan wisata Pantai Glagah, Bento Sarino, mengatakan akses jalan tertutupi oleh pasir pantai dengan tebal mencapai 10 hingga 15 cm yang dibawa oleh ombak besar pantai selatan yang terjadi di kawasan pantai Glagah.

"Oleh sebab itu, setiap tahun setiap ada gelombang yang besar jalanan pasti tertutupi oleh pasir. Sehingga akses jalan bagi pelaku wisata maupun wisatawan menjadi terganggu," kata Bento pada Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Sultan Tegaskan Wisata di DIY Dibuka Jika Vaksinasi Sudah 80 Persen

Lebih lanjut, Bento dan sejumlah pelaku wisata di kawasan pantai Glagah akhirnya memutuskan untuk gotong royong melaksanakan kerja bakti untuk menyingkirkan pasir yang menutupi jalan. Bahkan, petugas Bhabinkamtibmas maupun Babinsa dilibatkan dalam upaya penyingkiran pasir.

"Sedangkan, jalan yang berlubang diurug menggunakan pasir batu yang dibeli secara swadaya. Pelaku wisata berharap jalan yang ada bisa lebih baik agar saat PPKM berakhir wisatawan lebih nyaman. Kami berharap pemerintah ikut turun tangan melakukan perbaikan jalan,” ujar Bento.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo Joko Mursito mengatakan jalan di kawasan wisata pantai Glagah yang tertutupi pasir berada di kawasan wilayah Balai Besar Wilayah Sungai Serayu dan Opak (BBWSO).

"Terlebih, lokasi jalan juga berada di sabuk hijau bandara YIA. Wilayah tersebut juga beririsan dengan ketugasan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulonprogo. Instansi yang terlibat perlu duduk bersama untuk menentukan langkah agar tidak ada duplikasi anggaran,” imbuh Joko.