Top 7 News Harianjogja.com Rabu 13 September 2023
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
Suasana di depan Taman Kaliurang, Sleman, Kamis (26/11/2020). /Harian Jogja-Abdul Hamid Razak
SLEMAN-Pemerintah Kabupaten Sleman sedang menyiapkan skenario uji coba pembukaan tempat wisata.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman Suparmono menyampaikan senjata untuk melakukan uji coba pembukaan objek wisata ada dua yakni protokol kesehatan dan vaksin. "Tentunya kita akan pastikan protokol kesehatannya ketat dan semua telah tervaksin. Kalau kriteria ini bisa terpenuhi, kami yakin Sleman akan mendapatkan izin untuk uji coba pembukaan [objek wisata]," kata Suparmono, Kamis (26/8).
Ketua Pengelola Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan, Doto Yogantoro mengaku siap dengan dua aspek tersebut. Sejak awal pandemi Covid-19, Pentingsari sudah menerapkan protokol kesehatan ketat kepada pengelola, pengunjung, maupun warga setempat. Mulai dari cek suhu pengunjung yang masuk, menyediakan tempat cuci tangan, mewajibkan memakai masker, hingga jaga jarak. “Sambil menunggu keputusan [objek wisata di Sleman dibuka], vaksinasi satu kampung juga sudah selesai. Sebagian besar malah sudah vaksin kedua,” kata Doto.
Nantinya jumlah wisatawan yang datang juga akan dibatasi untuk meminimalisir kerumunan. “Ya paling tidak Sabtu atau Minggu di bawah 50 orang saja. Kalau sebelum pandemi bisa sampai 3.000 per bulan,” tutur Doto. Jika banyak pengunjung yang datang akan diarahkan ke desa wisata terdekat, seperti Ledhok Sambi.
Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo menyampaikan meskipun masih ditetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, Pemkab Sleman berupaya serius mengakomodir aspirasi pelaku wisata. Salah satunya dengan membuat skenario uji coba pembukaan destinasi wisata di Sleman.
Menurut Kustini, seluruh tempat wisata baik yang dikelola swasta maupun masyarakat akan melalui tahapan verifikasi terlebih dahulu. Verifikasi berkaitan dengan kesiapan protokol kesehatan masing-masing objek wisata. "Hampir semua tempat wisata di Sleman sudah mengantongi CHSE [Clean, Health, Safety & Environment] dari Kemenparekraf. Tinggal direaktifasi lagi dan kita pastikan kesiapan prokesnya," kata Kustini.
Selain prokes, kesiapan lain yang menjadi pertimbangan skenario ini adalah capaian vaksin pelaku wisata yang sudah mencapai 80 persen. "Karena vaksin kita terus percepat, harapannya jika pelaku wisata sudah 100 persen dosis pertama vaksin, wisata sudah diperbolehkan untuk buka," terang Kustini.
Uji coba pembukaan pariwisata menjadi hal penting yang harus menjadi pioritas utama karena sektor ini banyak menyumbang pendapatan daerah terbesar, mampu menyerap ribuan tenaga kerja dan menjadi mata pencaharian bagi warga masyarakat Sleman. "Apalagi jika dikaitkan dengan produk pertanian, selama pariwisata ditutup penjualan produk pertanian juga menurun. Jika pariwisata buka, hasil penjualan produk pertanian ini bisa meningkat. Ini yang juga jadi pertimbangan kami," tegas Kustini. (Bernadheta Dian Saraswati)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Selamat pagi, semangat menjalani hari. Izin kirim kabar dari Bumi Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat, heritage-nya Indonesia, rumahnya start up.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.