Kebakaran Tembus 153 Kasus di Gunungkidul, Warga Harus Aktif Mencegah
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Ilustrasi uang. /Bisnis-Rachman
Harianjogja.com, WONOSARI – Kepala Bidang Ideologi dan Ketahanan Nasional, Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Gunungkidul, Irma Madyastuti Rahayu mengatakan, 144 kalurahan di Gunungkidul sudah mengajukan BKK Dana Keistimewaan untuk program Jaga Warga. Meski demikian, belum seluruhnya mencairkan karena masih ada 22 kalurahan yang belum bisa mencairkan.
“Mayoritas sudah mencairkan karena tinggal 22 kalurahan yang mengurus pencairan karena harus memperbaiki proposal yang diajukan,” katanya, Kamis (26/8/2021).
BACA JUGA : 48 Kalurahan di Kulonprogo Terima BKK Danais untuk Covid-19
Meski demikian, adanya kalurahan yang belum bisa mencairkan bukan menjadi masalah. Ia menyakini akan dapat mencairkan dana keistimewaan untuk penanggulangan virus corona. “Tinggal menunggu giliran saja dan saya yakin pasti cair,” katanya.
Irma menjelaskan, besaran alokasi BKK bervariasi. Bagi kalurahan yang sudah memiliki program Jaga Warga akan mendapatkan bantuan sebesar Rp75 juta. Sedangkan, kalurahan yang belum memiliki mendapatkan alokasi Rp50 juta.
BKK ini dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan mulai dari pengadaan sumplemen dan multivitamin, alat pelindung diri. Selain itu, ada juga dukungan untuk relawan dalam pemulasaraan jenazah yang dimakamkan dengan standarisasi Covid-19. “BKK akan dimasukan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kalurahan. Untuk pelaksanaan disesuaikan dengan kegiatan yang dimiliki,” katanya.
BACA JUGA :Belasan Desa di Kulonprogo Belum Bisa Cairkan Danais untuk Covid-19. Ini Penyebabnya
Terpisah, Lurah Bendung, Kapanewon Semin, Didik Rubiyanto mengatakan, pihaknya sudah mengajukan BKK Dana Keistimewaan untuk program Jaga Warga dalam rangka penanggulangan virus corona. Adapun dana yang akan diterima sebesar Rp50 juta dan diberikan pada Selasa (24/8).
Menurut dia, keberadaan dana BKK akan digunakan sesuai dengan peruntukan yang direncanakan oleh Pemerintah DIY. Dana ini akan digunakan untuk beberapa kegiatan seperti pembelian alat pelindung diri bagi relawan Covid-19, pembelian multi vitamin dan suplemen hingga penyaluran bantuan sembako ke masyarakat yang terkena dampak dari virus corona. “Kami gunakan sesuai program yang telah ditentukan oleh provinsi,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 153 kasus kebakaran terjadi di Gunungkidul hingga September 2026. DPRD meminta warga aktif mencegah kebakaran sejak dini.
Badan Gizi Nasional terima anggaran indikatif Rp240,20 triliun untuk 2027. Sebanyak 97 persen dialokasikan langsung untuk program Makan Bergizi Gratis.
KA Ijen Ekspres tertemper mobil di perlintasan sebidang Jember. Pengemudi meninggal dunia, KAI Daop 9 imbau warga patuhi rambu lalu lintas.
Kepala BGN Sudaryono buka suara terkait kelanjutan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai adanya pergantian Menteri Keuangan.
Timnas voli putri Indonesia lolos ke perempat final Asian Games 2026 usai membekuk Nepal 3-0. Skuad Garuda siap melakoni laga penentu juara grup.
Pelatih PSS Sleman Pieter Huistra memastikan mentalitas pemain tetap terjaga meski menelan dua kekalahan beruntun di Super League.