Ferran Torres Selamatkan PSG dari Kekalahan di Rennes
Ferran Torres mencetak dua gol setelah masuk sebagai pemain pengganti saat PSG bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan imbang 2-2 melawan Rennes.
Sejumlah pengurus BEM di DIY saat diskusi penanganan Covid-19, Sabtu (28/8/2021)./Harian Jogja-Sunartono
Harianjogja.com, JOGJA--Sejumlah pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari beberapa kampus di DIY mendukung pelaksanaan vaksinasi yang saat ini sedang digencarkan pemerintah. Melalui banyaknya masyarakat yang divaksinasi tersebut diharapkan kuliah tatap muka atau luring bisa segera digelar.
Koordinator BEM Nusantara Achmad Mubarok mengatakan, kuliah tatap muka menjadi harapan sebagian besar mahasiswa di DIY. Namun karena masih pandemi sehingga belum bisa dilakukan, akibatnya perkuliahan masih secara online. Dengan adanya program vaksinasi ini harapannya kasus Covid-19 bisa terus menurun dan perkuliahan luring dapat digelar.
"Kami berharap ada percepatan vaksinasi untuk mahasiswa baik yang saat ini masih tinggal di Jogja maupun yang bertahan di kampung halaman mereka. Kami siap mengoordinasikan terkait vaksinasi untuk mahasiswa. Termasuk penyaluran bansos ini harapannya bisa tepat sasaran," kata pemuda yang juga Ketua BEM Universitas Janabadra ini, Sabtu (28/8/2021).
Pernyataan itu disampaikan bersama sejumlah pengurus BEM lainnya, antara lain Ketua DEMA UIN Sunan Kalijaga, Mochammad Ja\'far Amri, Ketua BEM STIE Widya Wiwaha Angki, Ketua BEM ISI Jogja Arif Rahman Saleh dan Ketua BEM STMIK Akakom, Fahreza Alvindo.
"Terutama mahasiswa pendatang ini butuh sekali vaksinasi, apalagi vaksinasi ini menjadi syarat berbagai aktivitas, bahkan kuliah tatap muka. Sehingga kami berharap ada percepatan, saya melihat antusias mahasiswa sangat tinggi," katanya Mochammad Ja\'far Amri.
Para mahasiswa menilai desakan untuk segera dilakukannya kuliah tatap muka memang hal yang wajar, karena selama ini pelaksanaan kuliah daring tak sepenuhnya efektif. "Kami dapat kuota 15 giga sebulan, itu untuk kuliah online hanya cukup untuk sepekan. Belum lagi teman kami yang di pelosok kesulitan mengakses. Selain soal keterbatasan fasilitas, kami juga mengalami kendala terbatasnya pemahaman atas materi, sangat berbeda dengan saat kuliah tatap muka," imbuh Fahreza Alvindo.
Arif Rahman Saleh menambahkan jika kuliah tatap muka digelar, ia ingin melakukan pembenahan organisasi internalnya agar berjalan lebih baik. Karena selama pandemi dengan adanya pembatasan mobilitas membuat kegiatan BEM ikut terkendala. "Tetapi ada beberapa yang berjalan, seperti BEM di tiga fakultas di ISI memberikan bantuan bagi yang isoman dengan memberikan makanan, sehari sekitar 80 porsi kami distribusikan," ucapnya.
Angkie menambahkan vaksinasi saat ini sudah menjadi kebutuhan baik secara administratif maupun kesehatan. Karena dengan kartu vaksin masyarakat mendapatkan kemudahan mobilitas, di sisi lain vaksinasi juga efektif dapat menekan kasus Covid-19. "Harapannya segera mencapai herd immunity dan kami mahasiswa segera mendapatkan haknya yaitu kuliah offline," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Ferran Torres mencetak dua gol setelah masuk sebagai pemain pengganti saat PSG bangkit dari ketertinggalan 0-2 dan imbang 2-2 melawan Rennes.
Ruben Onsu dijadwalkan diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan kerugian korban mencapai Rp3,5 miliar.
Pemain aktif dan mantan pemain mendesak perubahan di FIFA di tengah tekanan terhadap Gianni Infantino dan kontroversi FFE.
DPRD Bantul mendukung pengangkatan guru P3K penuh waktu pada 2027, tetapi meminta kepastian pendanaan agar APBD tetap sehat.
Persija Jakarta resmi melepas Gustavo Almeida jelang Super League 2026/2027 setelah tiga musim dan mencetak 31 gol dari 55 laga.
Ranking BWF terbaru menempatkan Putri Kusuma Wardani di peringkat ketujuh dunia setelah Kejuaraan Dunia 2026 di New Delhi.