654 Difabel dan Pendamping di Bantul Disuntik Vaksin Covid-19

Penyandang disabilitas antre untuk mendapatkan vaksin Covid-19. - Harian Jogja/Gigih M. Hanafi
29 Agustus 2021 10:57 WIB Jumali Bantul Share :

Harianjogja.com, BANTUL - Sebanyak 654 warga disabilitas dan pendamping di Bantul menjalani vaksinasi yang digelar oleh Dinas Kesehatan Bantul, Sabtu (28/8/2021) di Balai Rehabilitasi Terpadu Penyandang Disabilitas (BRTPD) Piring, Kalurahan Srihardono, Pundong, Bantul.

Vaksinasi menggunakan vaksin Sinopharm ini adalah vaksinasi ketiga untuk warga disabilitas, setelah sebelumnya ada 445 warga disabilitas divaksin di sentra vaksinasi Dinkes Bantul dan 500 warga disabilitas divaksin di SLB Manding.

Kasi Surveilans dan Imunisasi, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit, Dinkes Bantul, Abednego Dani Nugroho mengatakan di Bantul ada 6.000 warga disabilitas yang masuk dalam sasaran vaksinasi. Dari jumlah tersebut, separuh divaksin menggunakan vaksin Sinopharm.

Baca juga: Harga Cabai Merosot, Petani Sleman Merugi

“Sisanya untuk yang dibawah 18 tahun, akan menggunakan vaksin Sinovac. Dan target kami, vaksinasi menggunakan Sinopharm dosis pertama selesai September ini,” kata Abed, Sabtu (28/8/2021).

Mengenai vaksinasi yang digelar di BRTPD Piring, Abed mengatakan ada 654 sasaran yang berasal dari sembilan kapanewon. Selanjutnya, usai 654 tervaksin, pihaknya akan meneruskan vaksinasi ke 530 sasaran dari delapan kapanewon.

“Sehingga nantinya akan didapatkan 1.184 warga disabilitas dan pendamping yang akan tervaksin dosis pertama. Khusus untuk warga disabilitas kami suntikkan vaksin Sinopharm, sedangkan untuk pendamping, kami suntikkan vaksin Sinovac,” jelasnya.

Baca juga: Kota Jogja Laksanakan Program Sekolah Penggerak di 2022

Ketua Tim Penggerak PKK DIY, GKBRAA Paku Alam X mengatakan, sejatinya ada 11.000 vaksin Sinopharm yang awalnya digunakan untuk calon jemaah haji, namun dalam perkembangannya diberikan kepada warga disabilitas.

Hanya saja, dengan jumlah 11.000 vaksin Sinopharm yang diterima DIY, diakuinya sangat terbatas, sehingga hanya warga disabilitas yang akan mendapatkan vaksin Sinopharm. Sedangkan pendamping bisa menggunakan vaksin merek lainnya.

“Kami berharap langkah ini lebih mempercepat vaksinasi di Bantul,” ucapnya.