Agar Wisatawan Tak Bingung, Dispar DIY Integrasikan Aplikasi PeduliLindungi dan Visitingjogja

Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
30 Agustus 2021 21:37 WIB Ujang Hasanudin Jogja Share :

Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY melalui Dinas Pariwisata berencana mengintegrasikan dua aplikasi kunjungan ke destinasi wisata, yakni aplikasi PeduliLindungi yang merupakan syarat dari Pemerintah Pusat dengan aplikasi Visitingjogja yang sudah dimiliki Pemda DIY selama pandemi untuk memudahkan skrining wisatawan dan mencegah penyebaran virus Covid-19.

Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan wisatawan yang sering ke Jogja maupun pengelola destinasi selama ini sudah familier dengan aplikasi Visitingjogja. Aplikasi tersebut merupakan portal informasi yang dikelola Dinas Pariwisata DIY sebagai media informasi mengenai destinasi wisata favorit, ragam budaya, event, serta berbagai ekonomi kreatif yang ada di DIY.

BACA JUGA: OTT Bupati Probolinggo, Ketua KPK Buktikan Komitmen Pemberantasan korupsi

Selain itu aplikasi Visiting Jogja juga menjadi sarana untuk memantau wisatawan dan kapasitas destinasi wisata. Aplikasi itu juga untuk mengurangi kontak fisik antara wisatawan dan pengelola destinasi karena pemesanan tiket dan pembayaran dilakukan melalui aplikasi secara daring. Sementara PeduliLindungi juga untuk mengetahui kondisi wisatawan apakah sudah menjalani vaksin atau belum.

Singgih mengatakan dua aplikasi tersebut memungkinkan untuk diintegrasikan, “Beberapa hari lalu dalam rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaita bilang memungkinkan PeduliLinduni diintegrasikan dengan beberapa platform. Demikian kita akan integrasikan dengan Visitingjogja,” kata Singgih di Kompleks Kepatihan, Senin (30/8/2021).

Pihaknya sudah menjajaki denngan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mengintergrasikan aplikasi PeduliLindungi dan Visitingjogja. Menurut dia, dengan integrasi aplikasi akan memudahkan bagi wisatawan maupun pengelola destinasi.

“Jadi bukan kemudian dua-duanya [aplikasi] dibuka tapi hanya satu di dalamnya ada PeduliLindungi supaya simpel. Data PeduliLindungi dijadikan dasar meng-approve Visitingjogja,” ujar Singgih. Nantinya, sambung Singgih, bisa saja wisatawan cukup memiliki aplikasi Visitingjogja yang di dalamnya juga terdapat aplikasi PeduliLindungi.

Selain mempersiapkan intergasi aplikasi PeduliLindungi dan Visitingjogja, Dinas Pariwisata DIY juga sudah mempersiakpan segalanya untuk menyambut pembukaan destinasi wisata, salah satunya dengan memastikan semua sumber daya manusia (SDM) pariwisata sudah tervaksin. Tidak hanya pengelola destinasi, namun juga keluarganya, hingga masyarakat di sekitar destinasi wisata dan penunjang kepariwisataan sudah tervaksin semua.