Dompet Dhuafa Gulirkan Bestian Sama Yatim
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY melalui Dinas Pariwisata berencana mengintegrasikan dua aplikasi kunjungan ke destinasi wisata, yakni aplikasi PeduliLindungi yang merupakan syarat dari Pemerintah Pusat dengan aplikasi Visitingjogja yang sudah dimiliki Pemda DIY selama pandemi untuk memudahkan skrining wisatawan dan mencegah penyebaran virus Covid-19.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan wisatawan yang sering ke Jogja maupun pengelola destinasi selama ini sudah familier dengan aplikasi Visitingjogja. Aplikasi tersebut merupakan portal informasi yang dikelola Dinas Pariwisata DIY sebagai media informasi mengenai destinasi wisata favorit, ragam budaya, event, serta berbagai ekonomi kreatif yang ada di DIY.
BACA JUGA: OTT Bupati Probolinggo, Ketua KPK Buktikan Komitmen Pemberantasan korupsi
Selain itu aplikasi Visiting Jogja juga menjadi sarana untuk memantau wisatawan dan kapasitas destinasi wisata. Aplikasi itu juga untuk mengurangi kontak fisik antara wisatawan dan pengelola destinasi karena pemesanan tiket dan pembayaran dilakukan melalui aplikasi secara daring. Sementara PeduliLindungi juga untuk mengetahui kondisi wisatawan apakah sudah menjalani vaksin atau belum.
Singgih mengatakan dua aplikasi tersebut memungkinkan untuk diintegrasikan, “Beberapa hari lalu dalam rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaita bilang memungkinkan PeduliLinduni diintegrasikan dengan beberapa platform. Demikian kita akan integrasikan dengan Visitingjogja,” kata Singgih di Kompleks Kepatihan, Senin (30/8/2021).
Pihaknya sudah menjajaki denngan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mengintergrasikan aplikasi PeduliLindungi dan Visitingjogja. Menurut dia, dengan integrasi aplikasi akan memudahkan bagi wisatawan maupun pengelola destinasi.
“Jadi bukan kemudian dua-duanya [aplikasi] dibuka tapi hanya satu di dalamnya ada PeduliLindungi supaya simpel. Data PeduliLindungi dijadikan dasar meng-approve Visitingjogja,” ujar Singgih. Nantinya, sambung Singgih, bisa saja wisatawan cukup memiliki aplikasi Visitingjogja yang di dalamnya juga terdapat aplikasi PeduliLindungi.
Selain mempersiapkan intergasi aplikasi PeduliLindungi dan Visitingjogja, Dinas Pariwisata DIY juga sudah mempersiakpan segalanya untuk menyambut pembukaan destinasi wisata, salah satunya dengan memastikan semua sumber daya manusia (SDM) pariwisata sudah tervaksin. Tidak hanya pengelola destinasi, namun juga keluarganya, hingga masyarakat di sekitar destinasi wisata dan penunjang kepariwisataan sudah tervaksin semua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program muliakan anak yatim dengan BesTeam (Bestian Sama Yatim) digulirkan Dompet Dhuafa sebagai bagian rangkaian Tahun Baru Islam 1448 H.
Pemkab Sleman menunda pembangunan gedung baru Perpusda pada 2027. Anggaran diprioritaskan untuk pembangunan RSUD Sleman yang dinilai lebih mendesak.
FIFA resmi membuka investigasi atas kericuhan yang melibatkan pemain dan staf Argentina usai final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol. Sejumlah nama terancam sank
Kekeringan mulai meluas di Bantul. BPBD telah menyalurkan 250 ribu liter air bersih kepada 1.489 warga di lima kapanewon dan menyiapkan 400 tangki bantuan.
Jennie BLACKPINK resmi mengumumkan single solo terbaru berjudul Less Than a Lover. Lagu yang ditulis dan disutradarai sendiri oleh Jennie itu akan dirilis pada
Masih bingung membedakan MHEV, HEV, PHEV, dan REEV? Simak penjelasan lengkap cara kerja, kelebihan, dan peran mesin bensin pada setiap teknologi mobil elektrifi