RSPS Bantul Raih ISO 27001:2022, Perkuat Keamanan Data Pasien
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Wisatawan mengantre di Gate Zonasi Malioboro untuk cek suhu dan kode QR pada Minggu (27/12/2020). /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, JOGJA-Pemda DIY melalui Dinas Pariwisata berencana mengintegrasikan dua aplikasi kunjungan ke destinasi wisata, yakni aplikasi PeduliLindungi yang merupakan syarat dari Pemerintah Pusat dengan aplikasi Visitingjogja yang sudah dimiliki Pemda DIY selama pandemi untuk memudahkan skrining wisatawan dan mencegah penyebaran virus Covid-19.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharjo mengatakan wisatawan yang sering ke Jogja maupun pengelola destinasi selama ini sudah familier dengan aplikasi Visitingjogja. Aplikasi tersebut merupakan portal informasi yang dikelola Dinas Pariwisata DIY sebagai media informasi mengenai destinasi wisata favorit, ragam budaya, event, serta berbagai ekonomi kreatif yang ada di DIY.
BACA JUGA: OTT Bupati Probolinggo, Ketua KPK Buktikan Komitmen Pemberantasan korupsi
Selain itu aplikasi Visiting Jogja juga menjadi sarana untuk memantau wisatawan dan kapasitas destinasi wisata. Aplikasi itu juga untuk mengurangi kontak fisik antara wisatawan dan pengelola destinasi karena pemesanan tiket dan pembayaran dilakukan melalui aplikasi secara daring. Sementara PeduliLindungi juga untuk mengetahui kondisi wisatawan apakah sudah menjalani vaksin atau belum.
Singgih mengatakan dua aplikasi tersebut memungkinkan untuk diintegrasikan, “Beberapa hari lalu dalam rapat koordinasi dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaita bilang memungkinkan PeduliLinduni diintegrasikan dengan beberapa platform. Demikian kita akan integrasikan dengan Visitingjogja,” kata Singgih di Kompleks Kepatihan, Senin (30/8/2021).
Pihaknya sudah menjajaki denngan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) untuk mengintergrasikan aplikasi PeduliLindungi dan Visitingjogja. Menurut dia, dengan integrasi aplikasi akan memudahkan bagi wisatawan maupun pengelola destinasi.
“Jadi bukan kemudian dua-duanya [aplikasi] dibuka tapi hanya satu di dalamnya ada PeduliLindungi supaya simpel. Data PeduliLindungi dijadikan dasar meng-approve Visitingjogja,” ujar Singgih. Nantinya, sambung Singgih, bisa saja wisatawan cukup memiliki aplikasi Visitingjogja yang di dalamnya juga terdapat aplikasi PeduliLindungi.
Selain mempersiapkan intergasi aplikasi PeduliLindungi dan Visitingjogja, Dinas Pariwisata DIY juga sudah mempersiakpan segalanya untuk menyambut pembukaan destinasi wisata, salah satunya dengan memastikan semua sumber daya manusia (SDM) pariwisata sudah tervaksin. Tidak hanya pengelola destinasi, namun juga keluarganya, hingga masyarakat di sekitar destinasi wisata dan penunjang kepariwisataan sudah tervaksin semua.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sertifikasi ISO 27001:2022 ini menjadi bukti keseriusan RSUD Panembahan Senopati Bantul dalam memberikan layanan yang aman dan profesional
Volvo EX90 resmi meluncur di Indonesia dengan harga Rp2,5 miliar. SUV listrik premium ini punya jarak tempuh hingga 600 km.
Kemendag meminta klarifikasi Shopee terkait aduan konsumen PMSE, mulai barang tak sesuai hingga kendala pembayaran digital.
Indomaret Cabang Yogyakarta Bersama PMI Sleman kembali Gelar Aksi Donor Darah Disertai Pemeriksaan Mata dan Cek Kesehatan Gratis Dari Puskesmas Gamping 2
Rute Trans Jogja 2026 makin luas dengan pembayaran digital memakai GoPay dan kartu elektronik. Cek daftar jalur dan tarif terbaru di DIY.
Sharp Indonesia Hadirkan Professional Portable Speaker Terbaru dengan Suara Powerful untuk Karaoke hingga Live Performance