Tawarkan Modal untuk Koperasi, Teten Minta Warga Hindari Rentenir

Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki saat melihat hasil kerajinan tangan buatan pelaku UMKM di wilayah kabupaten Kulonprogo pada Sabtu (28/8/2021). - Harian Jogja/Hafit Yudi Suprobo.
30 Agustus 2021 09:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, WATES--Kementerian Koperasi dan UKM memastikan suntikan bantuan penguatan modal bagi koperasi serta pelaku UMKM di tengah pandemi Covid-19. Upaya tersebut mengingat tidak sedikit lembaga pembiayaan yang gagal mendorong UMKM untuk bisa naik kelas.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Kulonprogo pada Sabtu (28/8/2021). Teten menyampaikan sampai saat ini struktur ekonomi di Indonesia didominasi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

BACA JUGA : PTKM DIY Tak Efektif, Banyak Orang Terjerat Rentenir

Lebih lanjut, berdasarkan catatan Teten dan jawatannya banyak pembiayaan yang gagal mendorong untuk UMKM tersebut meningkatkan kelas usahanya. Hal itu dikarenakan pembiayaan hanya cukup untuk modal kerja namun tidak cukup untuk mengembangkan kapasitas usaha ataupun produksi bahkan sampai harus terjerat rentenir guna mencukupi ongkos produksi.

"Oleh karena itu, kami menawarkan kepada Bupati, kalau ada koperasi yang mau dibantu lewat LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) kami persilahkan, mudah-mudahan dengan hadirnya pembiayaan koperasi di Kulonprogo ini masyarakat semakin dimudahkan," ujar Teten pada Sabtu (28/8/2021).

Modal kerja untuk penguatan koperasi di tengah pandemi Covid-19 juga menurut Teten berjalan dengan baik. Koperasi bisa menjadi alternatif pembiayaan usaha mikro di Indonesia mengingat jumlahnya yang cukup besar. Teten berharap melalui koperasi simpan pinjam bisa menjadi mitra usaha mikro untuk mendapatkan pembiayaan.

"Rentenir hadir memberi pinjaman tanpa agunan tapi dengan bunga mencekik, oleh karena itu kami melihat koperasi sebagai alternatif di tengah pandemi Covid-19. Pandemi sekarang ini banyak bank yang tidak bisa memberi pinjaman lagi. Maka, kami sedang mengusulkan untuk usaha yang tidak bisa minta pembiayaan di bank bisa lewat koperasi simpan pinjam," jelas Teten.

Mantan Kepala Kantor Staf Presiden ini juga mengharapkan kerjasama semua pihak baik Bupati, LPDB, koperasi, maupun pelaku usaha sehingga koperasi dan sejenisnya bisa bertahan ditengah pandemi.

Di samping itu, Teten juga menyinggung soal percepatan vaksinasi bagi pelaku usaha. Ia menyampaikan hal tersebut merupakan langkah bagus dan menjadi penting bagi pemulihan ekonomi di wilayah kabupaten Kulonprogo.

"Saya sudah pelajari pertumbuhan pemulihan ekonomi terkait erat dengan tingkat partisipasi masyarakat di dalam vaksinasi, semakin banyak yang divaksin pertumbuhan ekonominya lebih baik," kata Teten.

BACA JUGA : Kecamatan Patuk Bertekad Perangi Rentenir 

Teten berharap kesadaran masyarakat untuk vaksinasi terus didorong. Dikarenakan, pemulihan ekonomi di Bumi Pertiwi sesuai dengan salah satu arahan presiden. Namun, pelaksanaan vaksinasi diharapkan tetap menjalankan protokol kesehatan ketat.

Sementara itu, Bupati Kulonprogo Sutedjo menyambut baik program-program pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. Baik melalui bantuan pembiayaan modal kerja maupun percepatan vaksinasi bagi pelaku usaha di wilayah Kabupaten Kulonprogo.

"Bagi pelaku UMKM apabila menginginkan modal untuk usahanya bisa menjadi anggota koperasi yang sudah berbadan hukum, sehingga hak dan kewajibannya bisa dipertanggungjawabkan," kata Sutedjo.

Adapun, penguatan modal juga dilakukan oleh Baitul Maal wat Tamwil Beringharjo (BMT BDB) kepada pedagang di Pasar Wates berupa penguatan modal usaha saat kunjungan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Kulonprogo. Tidak hanya terdampak pandemi Covid-19, banyak pedagang yang juga terlilit hutang di rentenir.

Ketua BMT Beringharjo Mursida Rambe mengatakan bantuan modal diberikan kepada 100 orang pedagang di Pasar Wates yang terdampak pandemi Covid-19 maupun terlilit hutang rentenir.

"Diharapkan, bantuan tersebut mampu membantu pedagang dal bertahan di tengah pandemi Covid-19. Bantuan tersebut merupakan kerjasama antara BMT Beringharjo dengan dengan LPDB – KUMKM dan juga Dinas Koperasi DIY, Dinas Koperasi Kulonprogo, serta Pemkab Kulonprogo," kata Mursida Rambe.