Vaksinasi Kru Angkutan Selesai, Jasa Raharja Terus Ingatkan Protokol Kesehatan

Kegiatan vaksinasi Covid-19 dosis kedua untuk kru angkutan umum di wilayah DIY yang digelar di Lanud Adisutjipto, Selasa (31/8/2021). - Istimewa
01 September 2021 20:12 WIB Abdul Hamied Razak Sleman Share :

Harianjogja.com, SLEMAN—Sekitar 1.100 orang kru angkutan umum di wilayah DIY menjadi sasaran program vaksinasi Covid-19 dosis kedua, Selasa (31/8/2021). Pemberian dosis kedua ini menandai selesainya pemberian vaksin bagi kru angkutan umum di Bumi Mataram.

Pelaksanaan vaksinasi di Lanud Adisutjipto yang bertepatan dengan perayaan HUT ke-9 Keistimewaan DIY ini diharapkan dapat mencegah penularan virus Corona antarkru dan penumpang angkutan umum. "Semoga dengan vaksinasi kedua ini, masyarakat DIY bisa selalu sehat di masa pandemi Covid-19 ini," kata Kepala Bagian Operasional PT Jasa Raharja DIY, Sofyan Adi Nugroho di sela-sela kegiatan.

Vaksinasi digelar berkat kolaborasi antara PT Jasa Raharja, Dishub DIY, Dinas Kesehatan DIY, RSPAU Hardjolukito dan Organda DIY. Dia berharap setelah seluruh kru angkutan divaksinasi, kepercayaan masyarakat dapat meningkat untuk memanfaatkan kembali layanan angkutan umum.

"Program ini digelar juga untuk memulihkan perekonomian khususnya di sektor angkutan umum. Kalau kru angkutan umum di DIY divaksin, diharapkan penularan Covid-19 dapat dicegah dan kepercayaan masyarakat semakin meningkat," katanya

PT Jasa Raharja berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif kepada masyarakat dengan turut membantu menyukseskan program vaksinasi agar masyarakat dapat segera keluar dari pandemi Covid-19. "Setelah vaksinasi kedua diberikan, penerapan protokol kesehatan tetap harus dilakukan," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti. Dia berharap setelah vaksinasi diberikan, kru angkutan umum tidak lengah menerapkan prokes. "Vaksinasi ini diharapkan membantu bangkitnya aktivitas ekonomi khususnya angkutan umum," katanya.

Kabag Humas RSPAU Hardjolukito, Wartono mengatakan vaksinasi Covid-19 dosis kedua menggunakan vaksin AstraZeneca diberikan selang 2,5 bulan setelah dosis pertama diberikan. Dia menyebut, vaksin AstraZeneca dapat memberikan peningkatan antibodi penerima vaksin untuk melawan Covid-19.

Wartono juga mengingatkan agar penerima vaksin dosis kedua tetap menerapkan prokes secara ketat. Alasannya, vaksin yang diberikan hanya untuk membentuk kekebalan dan bukan mencegah dari paparan virus Covid-19. "Jadi setelah divaksin, kami berharap agar protokol kesehatan tetap diterapkan," katanya.