Jaringan Internet Minim, Penerapan PeduliLindungi di Objek Wisata Terkendala

Ilustrasi. - Ist/Freepik
03 September 2021 22:57 WIB Hafit Yudi Suprobo Kulonprogo Share :

Harianjogja.com, KULONPROGO--Minimnya ketersediaan jaringan internet di sejumlah objek wisata menjadi kendala dalam penerapan aplikasi PeduliLindungi yang rencananya disyaratkan bagi pelaku wisata sebelum memasuki kawasan objek wisata di kabupaten Kulonprogo.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo Joko Mursito mengatakan sinyal menjadi momok bagi pelaku wisata dalam penerapan aplikasi PeduliLindungi yang ditujukan kepada wisatawan sebelum memasuki objek wisata.

Menurutnya, upaya persiapan perlu dilakukan secara matang. Khususnya terkait dengan sarana maupun prasarana pendukung penerapan aplikasi tersebut. Pihaknya ingin terlebih dahulu memastikan bahwa kawasan objek wisata di Bumi Binangun tidak masuk dalam blank spot.

"Selain itu, perlu adanya pelatihan kepada sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya kepada petugas di tempat pemungutan retribusi (TPR). Tujuannya, agar petugas mampu memanfaatkan, menggunakan, dan mengelola aplikasi peduli lindungi ini," kata Joko pada Jumat (3/9/2021).

Sosialisasi kepada pengelola objek wisata penting adanya. Dikarenakan, penerapan aplikasi PeduliLindungi di sejumlah objek wisata terbilang baru di Kulonprogo. Persiapan perangkat lunak maupun keras terkait dengan penerapan aplikasi ini juga terlebih dahulu harus dilakukan.

"Pengelola objek wisata nantinya tidak kebingungan saat ada wisatawan yang mau masuk ke suatu objek wisata. Petugas di TPR juga tidak kebingungan soal aplikasi PeduliLindungi. Selain itu, jaringan internet juga harus ada untuk mendukung penerapan aplikasi PeduliLindungi," ujar Joko.

Baca juga: Pemkot Jogja Tingkatkan Kapasitas Vaksinasi Menjadi 10.000 Perhari

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kulonprogo, Rudiyatno mengatakan jawatannya sedang berkoordinasi dengan penyedia layanan internet sebelum penerapan aplikasi PeduliLindungi dilakukan di sejumlah objek wisata yang ada di kabupaten Kulonprogo.

"Upaya uji kelayakan di sejumlah objek wisata juga terlebih dahulu kita laksanakan agar penggunaan serta pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi mampu berjalan dengan maksimal. Semoga ini [aplikasi PeduliIindungi] segera terealisasi," terang Rudiyatno.

Khawatir

Salah satu pengelola objek wisata di kabupaten Kulonprogo angkat suara terkait dengan penerapan aplikasi PeduliLindungi. Humas Bukit Wisata Pule Payung, Eko Purwanto, mengatakan jawatannya mendukung penerapan aplikasi tersebut di sejumlah objek wisata di kabupaten Kulonprogo.

Namun, dirinya juga tidak memungkiri bahwa  jaringan internet nantinya bisa menjadi kendala dalam penerapan aplikasi yang dikembangkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Kementerian BUMN tersebut.

"Apalagi objek wisata Bukit Wisata Pule Payung berada di Kalurahan Hargotirto, Kapanewon Kokap, Kulonprogo. Wilayah tersebut berada di dataran tinggi. Kami mengharapkan ada solusi lain semisal scan barcode kartu vaksin tanpa harus memasukkan data nomor induk kependudukan (NIK) di aplikasi peduli lindungi," ujar Eko.