Advertisement
Tak Ada Penjagaan, Banyak Wisatawan Masuk ke Objek Wisata di Merapi
Wisatawan mulai ramai mendatangi Bukit Klangon di Glagaharjo, Cangkringan, Minggu (13/9/2020). - Harian Jogja/Abdul Hamid Razak
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA-- Meski belum beroperasi, sejumlah objek wisata khususnya alam di Sleman tetap bisa diakses oleh pengunjung. Tidak ada penjagaan di jalur-jalur atau loket menuju objek wisata tersebut. Pada akhir pekan, pengunjung didominasi oleh pesepeda.
Lurah Glagaharjo, Suroto, mengakui jika saat ini bukit Klangon masih bisa diakses pengunjung, terutama para pesepeda. Ia juga menyebutkan tidak ada penjagaan di jalur masuk bukit Klangon. Bahkan, di dalam tetap ada penjaga parkir. “Ada yang jaga parkir,” ungkapnya, Minggu (5/9/2021).
Advertisement
Sementara di Kaliurang, pengunjung masih bebas masuk tanpa ada penjagaan baik di jalur maupun loket. Pada Minggu (5/9/2021) pagi, cukup banyak pesepeda yang masuk kawasan Kaliurang.
Baca juga: Pintu Masuk Parangtritis Disekat, Pengunjung Putar Balik
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Supramono, menjelaskan objek wisata seperti Kaliurang berada di tengah permukiman masyarakat sehingga tidak bisa serta merta ditutup jalurnya, karena untuk akses keluar-masuk warga juga.
Meski demikian ia memastikan objek wisata di dalam Kaliurang tetap ditutup. “Objeknya tetap tutup, seperti taman, gardu pandang, terus Telogo Putri masih tutup semua. Kami memang belum bolehkan buka,” ujarnya, Minggu (5/9/2021).
Sementara untuk objek wisata Klangon, ia mengakui memang bukan di area permukiman dan seharusnya tetap ditutup. Di satu-satunya jalan masuk Klangon, sebenarnya sudah diberi palang bambu, namun masih menyisakan sedikit sisi terbuka yang muat dimasuki satu mobil. “Seharusnya ditutup, nanti coba saya komunikasikan dengan pengelolanya,” katanya.
Baca juga: Mahasiswa UGM Bikin Permen Anti Diabetes dari Kulit Salak
Meski demikian, di bukit Klangon juga sering dijadikan jalur pencari rumput yang menggunakan motor untuk mencari rumput di sebelah utara Klangon. Namun terbukanya akses ini pun kemudian dimanfaatkan pengunjung yang ingin datang.
Untuk dapat memisahkan kepentingan warga dan pengunjung, ia berharap pengelola bersama Satgas Covid-19 tingkat kapanewon dan kalurahan dapat bekerja sama. “Mereka bertugas mengingatkan, kalau untuk wisata sebenarnya belum boleh,” ungkapnya.
Ia juga mengakui jika kebanyakan pengunjung di kedua objek wisata tersebut adalah pesepeda, karena biasanya pesepeda mencari destinasi tertentu setelah melewati rute ke arah utara. Tak jarang pihaknya juga menerima keluhan dari warga terkait aktivitas wisata ini.
Jika mendapat laporan, ia pun segera menegur pengelola. “Sering kami mendapat keluhan, sekarang sosial media itu kan gampang. Warga melaporkan ke kami. lalu kami kontak pengelolanya, tolong masih tutup, belum boleh buka,” kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Banjir Tak Halangi Ela dan Muhadi Gelar Resepsi Pernikahannya
Advertisement
Museum Iptek Hainan Dibuka, Tawarkan Wisata Sains Imersif
Advertisement
Berita Populer
- Hujan Guyur Sleman, Pohon Tumbang Timpa Rumah dan Mobil
- Jadwal KA Bandara YIA-Tugu Beroperasi Normal Minggu 18 Januari 2026
- SIM Keliling Jogja Januari 2026, Ada Layanan Malam di Alun-Alun Kidul
- Jadwal Lengkap KRL Jogja-Solo Minggu 18 Januari 2026, Tarif Rp8.000
- Jadwal SIM Keliling Bantul Januari 2026, Ini Lokasi dan Waktunya
Advertisement
Advertisement



