WFH Tak Harus 50 Persen, Pemda DIY Sesuaikan Kebutuhan OPD
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Ilustrasi Cek Gula Darah/Reuters
Harianjogja.com, DEPOK--Sekelompok mahasiswa UGM berhasil mengolah limbah kulit salak menjadi permen yang aman, kaya kandungan gizi dan mencegah diabetes yang diberi nama Salacca Soft Candy.
Mahasiswa Fisipol pengembang limbah limbah kulit salak, Aulia Nur Aeni Kholisoh, mengatakan ide awal pembuatan permen tersebut bermula saat melihat nasib petani salak yang terdampak pandemi Covid-19, khususnya petani salak di Srumbung, Magelang.
Sejak pandemi, petani salak di daerah itu mengalami penurunan pendapatan dari penjualan salak. Padahal salak merupakan andalan di wilayah tersebut. Ia dan ketiga rekannya yakni Ginna Ervarizki dari Fakultas Ilmu Budaya, Nafis Muhimmatul \'Ulya dan Vera Nurohmah Indrawati dari Fakultas Biologi mencari cara mengolah salak menjadi produk olahan tahan lama dan bernilai ekonomis.
Maka tercetuslah ide untuk memanfaatkan buah sekaligus kulit salak untuk diolah menjadi permen yang sehat dan aman dikonsumsi, bahkan bermanfaat mencegah diabetes. “Dari beberapa literatur disebutkan kulit salak mengandung zat bioaktif seperti flavonoid, fenolik, zat aktif lainnya yang berfungsi antioksidan,” katanya, Minggu (5/9/2021).
Adapun diabetes mellitus masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat dunia. Data World Health Organization (WHO) mencatat pada 2014 terdapat 422 juta jiwa penderita diabetes di seluruh dunia dan diprediksi pada 2045 akan mencapai 629 juta jiwa di seluruh dunia jika tidak dilakukan intervensi.
Sebab itu keempat mahasiswa ini membuat makanan yang sehat dan memiliki kandungan anti diabetes. Melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Kewirausahaan dengan bimbingan Bayu Dardias Kurniadi, mereka membuat permen dari sari buah dan ekstrak kulit salak.
Dalam pembuatannya ditambahkan madu murni sebanyak 38% untuk menambah rasa legit. "Pemilihan madu sebagai pemanis tidak hanya menambah rasa manis saja namun madu mengandung zat antioksidan yang berfungsi sebagai imun booster dikala pandemi," ungkapnya.
Dalam satu kemasan Salacca Soft Candy, mengandung zat antioksidan sebanyak 1045,2688 ppm, flavonoid 0,0253%, dan fenolik 0,1358%. Selain itu juga mengandung protein total 0,1763% dan vitamin C 53,0581 mg/100g.
Ginna menambahkan tujuan pembuatan produk Salacca Soft Candy yaitu menciptakan inovasi produk permen sehat dengan pemanfaatan kulit salak. Selain itu juga membantu menekan tingginya angka penderita diabetes melitus.
“Produk Salacca Soft Candy saat ini telah diluncurkan ke pasar. Dengan mengeluarkan Rp8000, sudah bisa mendapatkan satu kemasan permen seberat 50 gram dengan manfaat kandungan antidiabetes melitus di dalamnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WFH ASN Pemda DIY memasuki pekan kedua. Skema fleksibel disesuaikan kebutuhan OPD, disertai kebijakan car free day tiap Jumat.
Crystal Lake merilis teaser perdana yang menampilkan Linda Cardellini sebagai Pamela Voorhees. Serial prekuel Friday the 13th mengungkap asal-usul teror.
FIFA setujui Argentina pakai jersey biru lawan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026. Jersey ikonik Maradona 1986 kembali, tuah bersejarah diharapkan terulang.
FIFA dan adidas meluncurkan Trionda Final, bola resmi semifinal hingga final Piala Dunia 2026. Bola berwarna emas-hitam ini dibekali teknologi AI untuk membantu
Mobil bekas Rp70 jutaan masih menawarkan banyak pilihan menarik. Mulai Toyota Agya, Honda Jazz, Avanza hingga Suzuki Swift yang cocok untuk ke
Jadwal 32 besar Japan Open 2026: 8 wakil Indonesia bertanding hari ini. Fajar/Rian, Putri KW, Zaki Ubaidillah, dan lainnya siap tempur. Simak jadwal lengkap.